Wednesday, September 11, 2019

Mengatasi Icon Gambar Desktop Hilang
Setelah menginstal windows baru, ternyata icon pada desktop komputer kadang-kadang ilang semua. Seorang teman jadi kebingungan karena tidak bisa membuka file, menu maupun mematikan komputer lewat pilihan shutdown.

Setelah cari di Youtube, akhirnya ketemu cara menampilkan kembali icon desktop yang hilang. Atau layar menjadi kosong tanpa gambar icon. Ikuti langkah berikut :

1. Tekan tombol CTRL, SHIFT dan ESC secara bersamaan.
2. Akan muncul notifikasi Task Manager di layar, pilih menu FILE
3. Pilih menu New Task
4. Dalam kolom Opens : explorer (explorer.exe)
5. Klik OK

Semoga bermanfaat.


Simak videonya :


Saturday, September 7, 2019

MLM : Multi Level Misteri
Beranda media sosial saya semakin sering terlintasi iklan MLM alias Multi Level Marketing. Dengan saya pikat masing-masing. Menawarkan keunggulang produk, keunggulan sistem, kesesuaian dengan aturan agama hingga reward aneka barang mewah yang akan didapatkan dan sebagainya.

Produk HNI
Secara pribadi, saya termasuk yang tertarik dengan sistem pemasaran langsung ala MLM. Kenapa? Karena sistem ini memungkinkan secara personal orang bisa menjadi pemasar produk tanpa harus berbelit dalam urusan rantai distribusi. Anda ambil barang dan pasarkan ke konsumen.

Saya juga terkesan dengan semangat para member MLM dalam bersemangat untuk menjalankan usahanya atau mereka sering sebut BISNIS. Sejak tahun 2000-an beragam MLM saya ikuti, sehingga cukup untuk melihat beragam geliat para member MLM dan sistem yang mereka gunakan.

Berikut MLM yang pernah saya ikuti bahkan beberapa sampai posisi 'penting'. Awal ikut pemasar langsung produk dari malaysia, produk utamanya berupa kopi. Lalu pernah ikut sebuah MLM yang memasarkan produk kesehatan dari China, tidak aktif hanya menggunakan produk saja hingga bintang dua. Selanjutnya produk hampir mirip, suplemen kesehatan Mil****, harganya mahal tapi beberapa orang terlanjur fanatik sehingga tetap beli.

Lanjut perusahaan yang dibangun anak muda, sempat masuk acara talkshaw terkenal di tivi, dan didaulat sebagai pengusaha muda sukses, jualan pulsa. Namun nyatanya lebih banyak dan dominan cari member ketimbang jualan produk. Saya coba cari info, usaha ini sekarang dah gak jalan.

Lanjut gabung perusahaan pemasar pupuk. Produknya bagus dan sudah teruji. Namun menthok karena upline tidak jalan dan pengambila barang jauh. Padahal produk-produknya sangat bermanfaat.

Lanjut ikut bisnisnya seorang ustadz terkenal. Tertarik karena ada investasi di bursa saham. Hanya saja pupus lebih cepat karena manajer investasinya saya lihat tidak berkembang dengan baik. Begitupun membernya banyak yang tidak mengunakan produk, lebih banyak ngajak member.

Menurut saya MLM sebuah metode yang bagus untuk pemberdayaan. Sayangnya metode ini lebih banyak dimanfaatkan orang pinter untuk membodohi member lainnya. Bayangkan, produk yang mereka jual jarang mereka pakai, tetapi lebih agresif mengajak member baru. Lalu dari mana perusahaan dapat pemasukan?

Bonus dan Reward Mewah Sebagai Pemikat

Mobil, rumah mewah, perjalanan ke luar negeri dan lainnya selalu menjadi daya pikat orang mengajak gabung member ke MLM (ada pula bisnis serupa MLM dan persis tapi tidak mau dinamai MLM), lebih banyak menawarkan mimpi ketimbang edukasi untuk penggunaan produk dan pejualan produk.

Meski tertarik dengan MLM, saya lebih tertarik dengan produk. Ketika produknya tidak layak digunakan dan tidak masuk akan dalam harga, maka akan saya tinggalkan. Bonus tidak menjadi satu-satunya daya tarik. Maka, ketika teman-teman yang menjadi member melalui saya banyak yang berbonus puluhan hingga ratusan juta per bulan saya tetep 'ayem' menikmati peran dengan sewajarnya.

Di HNI-HPAI, dari data yang bisa saya akses sudah puluhan member yang melalui saya beromzet ratusan juta, memiliki toko dan pusat agency. Mereka besar sesuai dengan usaha yang telah ditempuh. Ada keadilan. Meski saya berposisi sebagai upline namun karena saya hanya menggunakan produk tidak agresif dalam pemasaran, bonusnya tidak begitu banyak. Sekitar satu jutaan setiap bulan.

Di HNI-HPAI, kami memulai menggunakan produknya untuk kebutuhan harian. Demikian juga kepada rekan member, saya mengajak untuk menggunakan produknya, sehingga menjadi contoh bagi yang lain. Menggunakan alternatif produk muslim, lokal yang berkualitas dan halal.

HNI memiliki pabrik sendiri, yang berkembang dari skala home industri menjadi pabrik modern. Dikelola dengan menjaga nilai-nilai Islam.

Untuk Informasi lebih lanjut silakan kontak kami

SMS/WA ke 085 743 141 977


Untuk menjadi member silakan kunjungi DAFTAR MEMBER 

Barat || 7 September 2019

Profil PT Herba Emas Wahidatama



Thursday, September 5, 2019

Tiga Rahasia Kematian
Seorang kawan bercerita. Sepasang suami istri hidup berdua. Sang istri telah lama sakit dan harus dirawat sang suami. Kemudian takdir telah ditetapkan, ajal sang suami lebih dahulu ketimbang sang istri yang selama ini sakit.



Pertengahan Mei, beberapa tahun lalu. Ketika sedang bersantap malam, sebuah panggilan datang dari seorang kawan. Meminta tolong untuk dicarikan ambulan, karena ada sepasang suami-istri yang meninggal hampir bersamaan. Keduanya mualaf.
_______
Ada tiga rahasia dalam kematian. Dengan kerahasiaan itu, Sang Khaliq mungkin sedang menyisipkan kepada setiap insan untuk selalu berjaga dalam amalan terbaik. Dengan kerahasiaan itu, Sang Pencipta mungkin ingin setiap manusia selalu menyimpan asa.
Sebab, manusia tidak mengetahui kapan ia mati, di tempat manakah ia mati, dan dengan cara apa ia akan mati.
________
Teriring Doa untuk teman almarhumah Mbak Tari
(Rekan kerja yang meninggal hari ini, Ahad 090619)
Semoga husnul khatimah
Aku dan Buku
Dahsyatnya media online. Orang tidak tergerak bisa jadi karena tidak tahu. Orang tidak peduli mungkin karena kurang informasi. Maka sangat penting untuk mengabarkan sebuah kebaikan.



Usai membaca postingan Kang Iwan KC Setiawan di WA. Tertarik dengan tema diskusi buku yang digelar Yayasan AR Baswedan. Mengupas kapitalisme di dunia barat dan dunia Islam. Pembicaranya cukup kredibel, karena background akademik dan secara riil di lapangan bergerak menangani bidang ekonomi. Akhirnya mendaftar dan ikut. Sebuah diskusi seru dengan materi dan pemateri berbobot.

Selesai Diskusi langsung meluncur ke Penerbit Proumedia Full karena dah janji ambil lima eksemplar buku HAMKA, Ulama Umat Teladan Rakyat. Sampai penerbit sudah magrib, akahirnya berkesempatan shalat berjamaah di Masjid Jogokaryan.

Perjalanan pulang, sambil mengantar buku ke pemesan, di bilangan Godean. Bapaknya ternyata yang gemar membaca, koleksi bukunya banyak. Berbincang tentang HAMKA dan koleksi bukunya. Berbicara tentang buku, kadang menjadi lupa waktu.
Pamitan, saya sambil tanya, "Bapak tahu buku ini dari mana?" Ia menjawab, "Dari sebuah website yang menulis tentang HAMKA."
Kemudian saya paham, media online ternyata bisa menggerakan orang untuk membeli buku tentang HAMKA.

Bersiap menghidupkan mesin motor, dapat pertanyaan. "Kerja di mana?" Saya jawab mengabdi di sebuah instansi. Ternyata Bapaknya menyahut, "Saya kerja di KUA ... "
Nah, gara-gara buku bisa bertemu dan berbincang dengan teman seperjuangan 
Barat || 21 Juni 2019
Ketika Diam Bermakna Dusta
Kediaman kita ternyata bisa dimaknai sebagai dusta. Mirisnya, bukan hanya dusta atas sebuah informasi atau fakta, melainkan dusta terhadap agama. Kredibilitas pengungkap hal ini pun tidak tanggung-tanggung, penguasa alam semesta. Seperti tercantum dalam Surat Al Maun, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin…” (QS 107 ayat 1-3)



Ketika ada saudara, tetangga, atau orang di sekitar kita yang mengalami kelaparan sedangkan kita mendiamkan saja, tidak memberikan makan, atau mengajak orang lain memberikan makan, ternyata bisa menjadi sebab masuk ke dalam golongan pendusta agama.

Jika kerabat telah jelas adanya. Maka ada tataran berikutnya berupa tetangga. Dalam literature Islam disebutkan beberapa batasan siapa saja yang termasuk tetangga. Jika menilik pendapat Al Uza’i, ada empat puluh rumah dari setiap arah. Artinya ada 40 rumah di utara, 40 rumah di timur, 40 rumah di selatan dan 40 rumah di barat. Total 160 rumah.

Sedang bila mengacu kepada pendapat Ali bin Abi Thalib ‘Siapa saja yang mendengar panggilan, maka dia adalah tetangga masjid’.

Kepada mereka ini diperintahkan untuk berbuat baik, termasuk menganjurkan memberi makan kepada mereka yang miskin. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya-mu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. (An-Nisaa [4] : 36)

Jika terdapat 160 rumah, yang harus kita pastikan mereka tidak menderita kelaparan akibat kemiskinannya tentu tidak akan pernah ketemu jika kita tidak pernah bergaul dengan mereka. Melanjutkan tahap ta’aruf menuju tafahum kemudian berta’awun, saling menolong.

Saat peradaban mulai bergeser dengan interaksi melalu media sosial, sebetulnya menganjurkan memberi makan kepada orang-orang miskin bisa terbantu. Memanfaatkan media sosial untuk membentuk komunitas yang peduli sesama, mencari kawan berjiwa relawan dan dermawan. Atau sekedar mengabarkan kondisi tetangga yang butuh untuk dibantu.

Jangan sampai, saat diberi kemampuan membantu, kita tidak memberi makan orang miskin, tidak menganjurkan memberi makan kepada mereka namun justru rajin berbagi aneka foto sedang bersantap bersama keluarga di berbagai warung makan ternama. Mungkin ada kepuasan, tetapi perlu mawas diri agar ‘kediaman’ kita kepada fakir miskin tidak menjadi tiket masuk ke dalam golongan pendusta agama.

Barat || 24 Juni 2019

Thursday, August 22, 2019

Cara Install Driver Printer HP Laser Jet CP5225 Printer series
Bagi Anda yang pertama kali menggunakan Printer HP Laser Jet CP5225 Printer series, perlu untuk menginstall terlebih dahulu. Driver untuk printer seri ini bisa diunduh melalui situs support.hp.com



Rincian instalasinya sebagai berikut:
Unduh driver di sini : Driver Printer CP5225
Setelah itu silakan ekstrak dengan cara klik dua kali pada file yang baru saja diunduh
Ikuti petunjuka yang ada
Sampai Finish

Silakan coba

Wednesday, August 21, 2019

Menikmati Air Terjun Jumog Karanganyar
Jalan-jalan ke Air Terjun Jumog Karanganyar. Lokasinya berada sejalan dengan Tawangmangu, jalan utama ke Tawangmangu jika dari arah Surakarta, nanti ada pertigaan belok kiri. Arah Kebun Teh Kemuning, dan Candi Sukuh.

Kisah Bawang Putih : Pancasila dan Impor Bawang Putih
__ saya Pancasila dan saya tidak impor bawang putih __

Sudah beberapa kali, setiap hendak tidur, Azizah minta dibacakan buku. Satu yang ia suka kisah tentang Bawang Putih dan Bawang Merah. Kisah dua saudara tiri yang berbeda perangai diri. Tapi kisah berikut bukan tentang mereka.


Tetiba kita disodori kabar tak sedap, kolaborasi jahat antara impor dan korupsi. Maka sebuah janji untuk berdikari semakin jauh panggang dari api. Sejak kecil Bapak/Ibu Guru mengajarkan sebuah negara yang dijuluki agraris karena sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani.

Rumus mudahnya: Jika sebuah negara mayoritas petani, maka menyejahterakan petani sama artinya menyejahterakan mayoritas rakyat. Namun, ternyata baru saya mengerti sebagian mereka bukan petani, lebih tepatnya hanya sebagai buruh tani.

Seperti berpijak di tumpuan labil. Tidak banyak kebijakan yang mendukung agar para petani berkembang. Mulai dari ongkos produksi hingga harga jual komoditas yang tidak stabil. Hari ini bisa jadi cabe mencapai harga enam puluh ribu, esok mungkin terjun bebas tak berharga. Padahal menurut penuturan petani, jika harga stabil di kisaran sepuluh ribu, mereka sudah bisa untung sepanjang tahun. Dan tentu konsumen tidak akan merasa terlalu mahal.

Tapi itu tak terjadi. Mayoritas petani merasakan keuntungan berlipat untuk sekejap, kemudian harga kembali ambruk. Belum lagi soal pupuk yang mahal. Maka menjadi ironi tak terperi, ketika masa panen tiba, keran impor justru dibuka.
Luar biasanya, sudah impor masih diwarnai tindak korupsi. Sebuah ironi di negeri para petani.

Apakah lalu kita menyerah? Jangan. Berita tentang impor yang menjadi lahan para koruptor tentu hanya sedikit yang tersingkap. Lalu apa yang mesti diperbuat, agar setidaknya tidak ikut memperkaya wong licik.

Pertama, pilih produk lokal. Buah, sayur, atau bahan makanan lainnya.
Kedua, coba menanam sendiri dengan memanfaatkan pekarangan yang ada.
Ketiga, bersinergi dengan startup lokal yang peduli kepada nasib para petani. Satu di antaranya adalah igrow. Info lengkap bisa dilihat di igrow.asia.

Semoga dengan langkah kecil, kita bisa bersama-sama memberikan dukungan kepada petani lokal. Tanpa harus bermimpi menyejahterakan mereka.

Barat || 13 Agustus 2019
Penikmat bawang putih

Monday, August 19, 2019

Bermaterikan 100% Pegawai, Kemenag Raih Juara 2 Turnamen Futsal PIS DIY

Kanwil Kemenag DIY berhasil menjadi runner up dala turnamen Futsal Pekan Olah Raga yang digelar Paguyuban Instansi Sokonandi (PIS) Yogyakarta. Turnamen digelar Jumat (16/8) di Lapangan Futsal Tifosi. Tampil dengan bermaterikan 100% pegawai tanpa melibatkan guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama, tim Kemenag tetap mampu tampil apik dan bersaing dengan anak-anak muda dari SMK maupun Mahasiswa Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan).


Di laga pertama, Kemenag DIY mendapat perlawanan sengit dari Balai Besar Kulit Karet dan Plastik (BBKKP). Kedua tim bermaterikan pegawai dengan rerata umur yang tidak terpaut jauh, sehingga pertandingan berimbang. Namun akhirnya  Kemenag mampu unggul dengan skor akhir 3-2. Tiga gol masing-maisng diciptakan Irfan dengan dua gol dan Eko satu gol.

Di babak semi final, Kemenag harus berhadapan dengan tim yang didominasi pemain muda, SMK Koperasi. Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan diwarnai susul-menyusul skor. Dalam waktu normal kedua tim bermain imbang 3-3 sehingga harus ditentukan dengan tendangan pinalti. Tiga penendang awal sukses membuat gol masing-masing Bahrul, Kely dan Eko. Demikian juga tiga penendang dari SM Koperasi. Sehingga harus ditentukan dengan satu penendang terakhir. Irfan sukses membuat gol dan Kemenag lolos ke partai puncak.

Babak final mempertemukan Kemenag DIY versus Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan). Meski melewati fase melelahkan di babak penyisihan dan semi final, kedua tim tetap tampil maksimal. Tim Polbangtan didominasi pemain muda tampak lebih menguasai pertandingan. Di luar dugaan, babak final justru terjadi hujan gol karena dua tim tampil menyerang. Akhir babak pertama Kemenag sempat memimpin 3-2, sebelum akhirnya mampu dikejar Polbangtan. Menjelang akhir pertandingan skor sempat imbang 5-5, namun satu tendangan jarak jauh Polbangtan menjadi kunci kemenangan di akhir laga. Kemenag DIY harus puas menempati posisi kedua dengan skor 5-6 untuk Polbangtan. [hms]

Wednesday, August 14, 2019

Inspira, Sekolah Wirausaha di Yogya, Siap Mencetak Pebisnis Handal Bermoral

Korupsi impor bawang putih yang memanipulasi uang puluhan milyar tentu tidak mengagetkan kita semua. Sebab perilaku demikian lumrah dilakukan para pelaku bisnis yang tidak menjunjung tinggi etika dan moral dalam berbisnis.

Perilaku bisnis yang demikian bisa jadi cepat mendatangkan keuntungan dan kekayaan. Namun biasanya hanya akan dinikmati segelintir orang, atau kelompoknya saja. Mengabaikan kepentingan orang lain. Bahkan tak peduli dengan kesusahan yang dialami rakyat akibat ulahnya.



Perilaku bisnis yang menyimpang dari etika, moral dan nilai kebaikan universal sangat mungkin lahir dari pembelajaran dan lingkungan yang mendidiknya. Kepintaran yang tidak disertai dengan pembangunan karakter. Atau lebih keren disebut, akhlak.

Kini di Yogyakarta, kota sepeda yang telah berganti menjadi kota sepeda motor. Terdapat sekolah keren, yang siap mendidik para pebisnis agar handal dan bermoral. Saya mengetahui sekolah ini dari postingan di laman media sosial Facebook.

Sekolah Scale Up Inspira, demikian mereka menamakan diri. Terbukti telah berhasil membangun beberapa unit usaha yang dalam waktu singkat melampaui zona UMKM. Mereka juga memiliki lini usaha yang mampu unggul dalam setiap bidangnya.

Para Trainer Sekolah Scale Up Inspira merupakan praktisi dan pemimpin langsung di berbagai perusahaan. Sehingga ilmu dan pengalaman mereka tidak diragukan lagi. Berbagai materi akan disampaikan, mulai dari pengembangan diri sebagai leader sampai teknis dalam promosi melalui media sosial. Peserta bebas memilih materi yang diminati.

Di laman https://scaleup.inspiraspace.com disebutkan biaya yang dibutuhkan berkisar antara 1 juta hingga 12 juta rupiah. Tinggal pilih sesuai dengan potensi yang diinginkan. Semoga sekolah semacam ini terus berkembang, dan melahirkan pebisnis handal sekaligus bermoral. Salam wirausaha dari Yogya.