Thursday, December 13, 2018

Cara Menghapus Pesan SMS di Android Oppo


Cara Menghapus Pesan SMS di Android Oppo. Karena jarang memanfaatkan fasilitas SMS di Android, terkadang kita lupa atau tidak tahu bagaimana cara menghapus pesan SMS. Selain boros karena menggunakan pulsa, bertukar pesan sms juga dianggap tidak praktis karena terbatas hanya teks atau tulisan saja. Tidak bisa mengirim gambar atau dokumen.
Lalu bagaimana Cara Menghapus Pesan SMS di Android Oppo? Ikuti langkah berikut ini.

1.    Klik icon Pesan di HP
2.    Klik Nama Pengirim
3.    Pilih pesan yang akan dihapus dengan menekan layar agak lama sampai muncul tulisan Salin – Favorit – Lainnya




4.    Pilih Lainnya
5.    Pilih tanda centang di samping kanan pesan
6.    Jika ingin semua pesan dihapus, klik Pilih Semua di menu bagian kanan atas.



7.    Setelah pesan dipilih, klik tanda Hapus di bagian bawah layar.
8.    Jika Anda yakin akan menghapus, pilih tombol Hapus


9.    Selesai

Tuesday, December 11, 2018

Thursday, November 15, 2018

Video Pertanian Mendong di Desa Sendangsari Minggir
Tanaman Mendong, kini mulai langka. Petani enggan menanam lagi karena permintaan pasar yang kian terbatas dan harga kurang kompetitif. Demikian pula yang dirasakan para petani di Desa Sendangsari, satu di antara sentra pertanian Mendong. Para petani kini lebih memilih menanam padi data tanaman hortikultura, karena dianggap lebih memiliki nilai jual.

Merosotkanya permintaan Mendong tidak lain karena banyak industri kerajinan berbahan Mendong kalah bersaing dengan kerajinan produk pabrik. Misalnya tikar yang kini telah digantikan tikar plastik maupun karpet. Meski demikian masih ada sebagian warga Minggir yang bertahan menanam Mendong, sambil mengembangkan indsutri kreatif. Tidak hanya tikar, tetapi juga pembuatan tas, sandal, dompet dan kerajinan lainnya berbahan Mendong.

Berikut sekilas video tentang Pertanian Mendong


Sunday, August 12, 2018

Download Buku Gratis Beyond The Horizon Muhaimin Iqbal


Dalam pengantarnya, Muhaimin Iqbal menuliskan, “Seperti 16 buku sebelumnya yang saya tulis sedikit demi sedikit, buku ke 17 ini juga demikian. Saya kumpulkan dari tulisan saya di www.geraidinar.com selama kurang lebih 20 bulan terakhir sejak 1 Januari 2016. Tidak semua tulisan saya ambil, hanya yang sesuai tema sentral yang hendak saya usung dalam buku ini – yaitu upaya untuk men-disrupt kejumudan modern. Seolah ironi, tetapi inilah kondisi kita saat ini. Kita hidup di jaman modern tetapi juga bisa jadi sangat jumud. Ketika kita tidak bisa melihat system ekonomi lain di luar yang ribawi misalnya, maka kita telah jumud di dalam dunia riba. Ketika kita tidak bisa melihat peluang pembiayaan lain untuk pembangunan selain berhutang, maka kita telah jumud dalam jebakan hutang,”





Untuk mendownload silakan klik Beyond The Horizon

Saturday, August 4, 2018

Mimpi Kota Kopi Menjadi Pusat Literasi

Sepekan di Pontianak lebih dari cukup bagi saya menangkap ‘keganjilan’ yang jarang ditemui di Jawa. Deretan warung kopi yang mendominasi sepanjang sisi jalan. Bahkan di satu tempat, Jalan Gajah Mada, dinamai Gajah Mada Coffe Street. Tampaknya warung kopi memang menjadi andalan kota ini.

Ngopi bersama kawan-kawan di Pontianak

Di malam awal, bersama seorang kawan menyempatkan mencari warung kopi paling jos. Dengan bantuan driver Go Car, ditunjukkanlah warung kopi yang konon pernah disinggahi orang-orang penting di nusantara. Dari banyaknya pengunjung yang datang, mungkin ratusan, menandakan warung ini memang terkenal dan laris. Untuk menikmati satu cangkis kopi saya mesti rela menunggu hampir setengah jam. Langsung bayar, dengan kisaran harga Rp 11 ribu per cangkir.

Ada rasa heran, bukan karena harga, melainkan betapa betahnya para pengunjung duduk berjam-jam ditemani satu cangkir kopi. Sebagian mengobrol, merokok. Sebagian banyak lainnya asyik bermain gadget. Saling membisu meski satu meja dengan kawan.

Kota Kopi Tanpa Kebun
Di hari selanjutnya saya diajak jagongan bersama kawan-kawan. Banyak berasal dari Jawa tetapi lama tinggal di Kalimantan Barat. Ada yang dari Ponorogo, Banyuwangi, Kebumen, dan Gunungkidul. Bercakap akrab, seperti saudara yang lama tidak berjumpa. Di tengah obrolah, seorang kawan menerangkan. Minum kopi (ngopi) telah menjadi kebiasaan banyak warga.

Rumusnya cukup unik. Bagi para pegawai kantoran, umumnya jam masuk kerja telah berada di kantor untuk melakukan presensi pagi. Setelah itu mereka mencari warung kopi untuk jagongan. Lama dan tidaknya tergantung situasi. Apa yang saya lihat seperti menggenapi kebenaran cerita itu. Selama ngopi saya melihat beberapa rombongan pegawai/karyawan dengan seragam mampir mencari makan atau ngopi. Sedang bagi para wirausahawan waktunya lebih fleskibel. Di Pontianak kita bisa menemukan warung kopi yang buka sebelum subuh.

Dari cerita seorang kawan, kopi-kopi itu ternyata tidak dihasilkan dari kebun kopi di sekitar Pontianak. Bahkan kota ini lebih di kenal dengan penghasil tanaman lidah buaya. Katanya, kopi-kopi didatangkan dari Sumatra dan Jawa.

Kopi Inspirasi
Jika membaca sejarah para ilmuwan zaman dulu, kita akan menemukan banyak dari mereka pun menyukai kopi. Bedanya, kopi-kopi itu menjadi teman dalam pembelajaran. Membaca atau menulis buku (kitab). Dalam laman sehatbersamaislam.blogspot.com disebutkan, kopi konon merupakan salah satu minuman yang digemari para ‘ulama, selain susu dan madu. Memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Jika dikonsumsi secara teratur dan tidak berlebihan, kopi bisa menjaga kesehatan. Bahkan sebagian ‘ulama zaman dulu juga mengkonsumsi kopi untuk menambah kebugaran mereka saat belajar dan beribadah.

Dalam sebuah syair dilantunkan, “Kopi memang hitam tapi menyalakan semangat, bahkan memancarkan cahaya. Hitamnya kopi membuat hati orang-orang kelas tinggi memutih, sehingga mereka terpuji, melebihi kebanyakan manusia.”

Umat Islam ternyata juga  menjadi bagian dari ditemukannya kopi sebagai minuman yang banyak digemari orang.  Dalam sebuah manuskrip disebutkan, pada abad ke 15 kopi mulai dibawa oleh orang Yaman dari Ethiopia. Di Ethiopia sendiri kopi sudah dikenal sejak 800 sebelum masehi. Mereka mengkonsumsi kopi yang dicampur dengan anggur dan lemak hewan sebagai sumber protein dan energi. Sedangkan ilmuwan muslim Ar Razi dan Ibnu Sina mengungkapkan kopi telah dikenal di kalangan muslim sejak awal abad ke 10.

Kopi sendiri berasal dari bahasa Arab yakni qahwah yang berarti kekuatan, sebab memang kopi diyakini sebagai sumber energi. Kata qahwah berganti menjadi kahveh (Turki) dan koffie (Belanda). Ini yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.

Saya kemudian membayangkan, jika para penikmat kopi di sini menyeruput kopi sambal mengakrabi buku atau menuliskan ide-ide inspiratif mereka dalam lembaran kertas. Saya percaya, puluhan judul buku akan lahir di setiap harinya. Dan kota ini layak dipuji sebagai kota literasi.

Pontianak, 4 Agustus 2018


Sunday, April 8, 2018

Seberapa Hebat Bank Muamalat?


Beberapa hari lalu sepulang dari urusan kantor di Magelang, saya mewujudkan keinginan untuk memiliki rekening di Bank Muamalat. Sudah lama sebetulnya saya tertarik dengan Muamalat. Selain sebagai Bank Syariah pertama di Indonesia, selain itu sosok Riawan Amin yang pernah menahkodai Muamalat menjadi salah satu penulisa favorit saya. Buku-bukunya kaya akan gagasan yang telah ia terapkan di Muamalat.



Dulu jangkauan Muamalat dengan produk Shar-e nya sampai ke tingkat Kecamatan. Mereka bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia. Tetapi sebagai orang awam, biaya administrasi waktu itu saya rasa cukup tinggi. Sekitar Rp 7 ribu per bulan, ketika bank konvensional masih di kisaran Rp 3 ribu per bulan. Mahal. Sekarang tampaknya, Muamalat tidak lagi bekerjasa sama dengan PT. Pos Indonesia. Bagi saya yang awam dalam hal agama, pertimbangannya lebih berat ke ekonomis. Tentang status syariah atau konvensional, itu urutan kesekian. Pada sisi ini, dulu Muamalat tampak belum bisa bersaing.

Tahun 2017, di lembar Syariah Koran Republika santer kabar tentan Muamalat yang siap berpindah tangan ke pemilik baru. Sebuah kabar yang tentu membuat saya kaget. Bank dengan sistem Syariah pertama di Indonesia, negeri dengan penduduk Muslim terbesar di Dunia, harus terengah dalam mempertahankan hidup. Miris.

Tetapi saya baru benar-benar ngeh, saat acara Blak-blakan Detik.com menghadirkan wawancara dengan Ustadz Yusuf Mansur. Saat itu presenter memancing pendangan dan kesiapan Ustadz Yusuf Mansur untuk mengambil alih Muamalat. Barulah saya paham, Muamalat sedang dalam masalah.
Akhir 2017, koran Republika memotret alur perkembangan kabar Muamalat. Setelah penawar sebelumnya gagal mengambil Muamalat, kini Muamalat terbuka bagi siapa saja yang ingin membeli saham Muamalat. Satu di antara yang santer diberitakan siap adalah ustadz sekaligus pengusaha, Yusuf Mansur! Dana yang dibutuhkan dan harus disiapkan Ustadz Yusuf Mansur tidak tanggung-tanggung, Rp 5 triliun!

Untuk dana sebanyak itu, kepada wartawan Ustadz Yusuf menunjukkan jawaban optimis. Tampaknya Sang Ustadz memang sudah bersiap, karena beberapa waktu lalu ia merambah Bursa Efek Indonesia melalui reksadana syariah di bawah bendera PayTren Aset Manajemen (PAM). Sejak duluncurkan, PAM mampu menarik minat banyak investor.





Tidak hanya sampai di situ, Yusuf Mansur juga menggerakkan para mitra PayTren di seluruh Indonesia untuk membuka tabungan di Muamalat. Gerakan itu disambut secara massif di pusatkan di Jakarta dan berjalan di seluruh Indonesia. Pengguna PayTren saat ini sekitar 2 juta orang. Misalkan separuhnya saja membuka tabungan dengan nominal Rp 100 rb. Setidaknya terkumpul Rp 100 Milyar. Sebuah angka fantastis. Inilah sebuah kekuatan loyalitas yang digunakan untuk kepentingan Islam.

Paket Murah di Bank Muamalat

Ke kantor Muamalat di Jalan Godean, kepada pegawai saya katakana ingin membuka rekening. Dan saya sampaikan agar dipilihkan jenis tabungan dengan biaya administrasi termurah. Dan saya pilih tabungan tanpa bagi hasil. Setoran pertama cukup Rp 25 ribu. Biaya administrasi per bulan Rp 2.500. Adanya pilihan tabungan ini memungkinkan kita untuk beralih ke perbankan syariah. Hanya saja memang perlu dipahami, gerai Muamalat sangat terbatas, begitupun fasilitas ATM Muamalat yang hanya tersedia di beberapa tempat.

Di luar gerakan anti Bank, tentu ada harapan ke depan Muamalat, sebagai bank syariah pertama di negeri mayoritas muslim bisa terus berkembang. Jika bukan kita yang mendukung, akan siapa lagi?

Monday, March 19, 2018

Mengapa Bisnis MLM Banyak yang Gagal?


Pernah membaca ajakan yang kira-kira bunyinya begini: Cukup bayar 50 ribu keuntungan seumur hidup dan bisa diwariskan! Atau dengan kata-kata lain, Join Yuk, ibu rumah tangga pun bisa sukses!

Tawaran yang menarik tentu. Bisnis dengan modal kecil, potensi untung besar, seumur hidup dan bisa diwariskan. Benarkah? Sayangnya, hanya sekian persen yang benar-benar merasakannya. Sebagian besar lainnya, memendam luka dalam-dalam J

Saya sendiri sudah ikut banyak MLM alias multi level marketing, lebih dari lima MLM pernah jadi anggota. Mulai dari suplemen kesehatan, pulsa, dan produk lainnya. Salut dengan semangat para MLMers dalam mempromosikan bisnis mereka. Terkadang, baru saja ketemu sekali sudah cerita aneka bonus yang menggiurkan, mobil mewah, kapal pesiar, apartemen, sampai jet pribadi. Wow!



Saat itu saya seperti anak kecil yang sedang dijanjikan es krim. Bedanya, saya sadar sedang diceritakan tentang mimpi. Persis seperti saat acara sekelas Kick Andy bertahun silam mau mengundang petinggi sebuah MLM yang masih muda, dan gagah. Menceritakan tentang bisnisnya dan hadiri di studio bertepuk tangan. Mengabaikan puluhan ribu anggota MLM yang entah bagaimana nasibnya. Tak heran jika banyak ustadz dan banyak fatwa yang mengharamkan MLM. Meskipun ada juga yang membolehkannya dengan syarat tertentu.

Mengapa Bisnis MLM Banyak yang Gagal?

1.    Banyak MLM yang beredar menawarkan bonus berlimpah, tetapi bonus itu didapat dari uang pendaftaran member yang bergabung belakangan. Jenis ini seperti permainan uang (money game). Jenis ini tentu akan menguntungkan mereka yang lebih dahulu mendaftar, dan biasanya biaya pendaftarannya terbilang mahal.
2.    Para MLMers kebanyakan semata mengejar bonus. Rekrut member sebanyak-banyaknya, tanpa memberikan edukasi kepada member keuntungan dan fasilitas apa yang mereka dapatkan. Jadilah, setelah bergabung downline dibiarkan saja. Akhirnya mereka pasif, dan efeknya menjadi apatis terhadap MLM.
3.    MLM tanpa belanja dan menggunakan produk? Aneh jika tanpa keduanya MLMers tetap mendapatkan bonus. Lalu dari mana bonus itu? Kalau ada MLM yang mensyaratkan member untuk belanja atau menggunakan jasa dari MLM yang mereka ikuti, saya pikir itu lebih logis, artinya bonus diperoleh dari keuntungan perusahaan. Sayangnya, kebanyakan leader justru mengabaikan ini. Bagi mereka mencari member sebanyak-banyaknya adalah kunci sukses.
4.    Efek dari ‘pebisnis’ MLM yang serampangan dalam mencari member dan memberi janji-janji manis, kini MLM dipandang sini di masyarakat. Meskipun mungkin sebetulnya ada MLM yang menawarkan sistem yang tidak merugikan membernya.
5.    Kegagalan MLMers mencapai sukses juga bisa jadi karena semata mengejar bonus prestasi tanpa pernah tahu, apa keuntungan dia bergabung di perusahaan MLM.

Apakah MLM ada sisi baiknya? Kalau saya ditanya begitu, saya katakan sisi baik MLM adalah setiap orang bisa menjadi pedagang. Karena pada dasarnya MLM adalah bentuk perdagangan secara langsung. Di Indonesia MLM masuk dalam Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), sehingga MLM yang terdaftar bisa dicek di APLI.OR.ID

Menjadi aneh jika ber-MLM tetapi tidak menjual produk atau jasa. Lalu apa yang di marketing kan? Selanjutnya juga terkait barang yang diperdagangkan dan harga yang ada. Jika barang yang diperdagangkan tidak terjamin halal dan tidaknya, aman dan tidaknya, maka saya pikir itu tidak layak. Selanjutnya, harga barang atau produk yang ditawarkan apakah wajar atau tidak.

Di tengah fatwa boleh dan tidaknya MLM oleh fatwa ulama. Penjualan langsung bisa menjadi solusi di tengah kuatnya cengkeraman distributor bermodal tebal. Serta kuatnya jaringan monopoli produk kebutuhan harian. MLM bisa mejadi salah satu alternatif, bila dijalankan dengan dengan dengan benar. [e]

Friday, February 9, 2018

Petani Bijaksana dan Tabir Langit

Jika kebetulan saat makan pagi tadi, kita menyisakan sebulir nasi, mungkin tidak begitu merisaukan. Tapi tahukah, seorang petani harus menunggu selama tiga bulan untuk bisa menghasilkan sebulir padi. Maka Rasulullah sangat menganjurkan membersihkan makanan hingga bersih ketika makan. Hingga tidak ada sisa. Saya heran bila ada yang terbiasa menyisakan makanan dengan dalih 'sudah kenyang' padahal mereka mengambil makanan sendiri. Ini banyak terjadi di pesta-pesta, termasuk pesta pernikahan.




Suatu hari saya berbincang dengan seorang petani. Saya heran dengan beliau, setahu saya beliau berasal dari keluarga yang cukup terpandang. Ayahnya seorang pegawai kalurahan dan membantu pencatat nikah kalau tidak keliru namanya igama. Sebuah posisi yang cukup lumayan di awal-awal orde baru. Begitupun dari segi pendidikan, beliau cukup terdidik dan pintar, hampir semua teman sekelasnya menjadi pegawai. Adik-adiknya pun punya pekerjaan yang cukup  mapan. Anehnya beliau justru memilih jadi petani. Pekerjaan yang mungkin dianggap kurang bergengsi, yang namanya sering dicatut para pengobral janji saat kampanye di negeri gombal, 'atas nama petani', 'demi petani' dan sebagainya.

Keheranan saya kadang berubah jadi kejengkelan, kenapa beliau justru memilih jadi petani. Hingga tiba waktu itu, saya memberanikan diri bertanya.

"Menjadi petani itu lebih terjaga kehalalannya, tidak mengganggu orang lain, dan banyak melatih tawakkal."

Jawaban sederhana yang di luar dugaan saya. Suatu filosofi yang sangat dalam saya rasakan. Hingga mulai saat itu saya berjanji tidak akan menanyakan lagi pilihannya menjadi seorang petani.

Saya teringat dengan sabda Rasulullah, "Tak seorangpun di antara kaum Muslim yang menanam sebuah pohon atau menyebarkan benih-benih, dan kemudian seekor burung, atau seorang manusia atau binatang apapun memakannya, kecuali hal itu merupakan hadiah yang murah hati baginya." (Sahih Bukhari dari Anas bin Malik)


Lelaki yang memilih menjadi petani itu, Bapak saya sendiri.

Tuesday, February 6, 2018

Mengatasi Iklan Adsense Tidak Muncul di Blog Karena Ads.Txt

Kaget, begitu melihat iklan adsense tidak muncul di blogger. Penasaran, saya coba refresh-refresh, tetap tidak muncul. Akhirnya log in ke akun adsense, dan muncullah satu notif yang menyatakan iklan tidak bisa tayang. Saya salin utuh dengan sedikit edit, dalam bahasa Inggris.

Dear Publisher,
We’ve noticed that the ads.txt file on one or more of your sites that you monetize through this AdSense account (pub-xxxxxxxx) is missing the correct publisher code.
Since November 2017, Google stopped buying ads on sites with ads.txt files which don’t include the correct publisher IDs. To prevent impact to your earnings, please update your ads.txt files immediately.

You can view the list of your impacted sites by visiting My Sites. Make sure the ads.txt file for each site you want to earn money through this account contains the snippet below:

Karena kurang mudeng dengan maksud tim Google, saya coba masukkan ke google translate, dan hasil seperti berikut

Penerbit yang terhormat,
Kami telah memperhatikan bahwa file ads.txt pada satu atau beberapa situs Anda yang dimonetisasi melalui akun AdSense (pub-xxxxxxxx) ini tidak memiliki kode penayang yang benar.

Sejak November 2017, Google berhenti membeli iklan di situs dengan file ads.txt yang tidak menyertakan ID penayang yang benar. Untuk mencegah dampak terhadap penghasilan Anda, segera perbarui file ads.txt Anda.

Anda dapat melihat daftar situs yang terkena dampak dengan mengunjungi Situs Saya. Pastikan file ads.txt untuk setiap situs yang ingin Anda cari uang melalui akun ini berisi cuplikan di bawah ini:

Setelah searching di google akhirnya menemukan tulisan yang memberikan solusi, secara singkat caranya sebagai berikut.

Mengatasi Iklan Adsense Tidak Muncul di Blog Karena Ads.Txt
1.    Masuk ke blogger
2.    Pilih Dashboard
3.    Pilih Setting/Pengaturan
4.    Pilih Search Preferences/Preferensi Pencarian
5.    Pilih Custom Ads txt
6.    Klik Edit
7.    Pilih Yes



8.    Pastekan kode publisher yang dikirim ke akun adsense Anda


9.    Klik simpan
10. Tunggu sampai proses oleh google rampung


Semoga bermanfaat.

Thursday, January 25, 2018

Cara Mudah Posting Instagram Lewat Laptop Tanpa Aplikasi Apapun
Selama ini Instagram memang bisa kita buka melalui laptop atau pun computer. Tetapi kebanyakan hanya bisa untuk melihat postingan foto-foto yang telah kita uplod. Sedangkan untuk memposting foto atau gambar yang baru kita kesulitan.

Solusinya dengan memasang apilkasi semacam bluesatck, saya pernah melakukannya tetapi ternyata saya rasa aplikasi ini cukup memberatkan. Saya sempat mencari aplikasi sejenis yang lebih ringan, tetapi belum juga menemukan. Sampai suatu ketika di forum marketing property yang saya ikuti, ada kawan yang memberi tahu cara mudah upload foto ke Instagram melalui laptop tanpa perlu tambahan aplikasi apapun.

Cara mudah posting Instagram via Laptop tanpa aplikasi apapun, caranya ikuti langkah berikut:

1.    Buka akun Instagram (www.instagram.com) disarankan dengan browser Google Chrome.


2.    Silakan masuk ke akun masing-masing
3.    Tekan tombol Ctrl, Shitf dan I (huruf i) secara bersama-sama.
4.    Atau klik kanan pada mouse dan pilih inspect element.



5.    Pilih toggle divice toolbar atau tekan Ctrl, Shift dan M secara bersama-sama.
6.    Maka di bagian atas akan muncul pilihan tampilan, beragam model Instagram di Handphone. Pilih responsive.


7.    Klik refresh, dan akan muncul tanda + di bagian bawah akun Instagram.


8.    Siap untuk upload.


Semoga bermanfaat