Friday, March 6, 2020

Kata-kata Bermakna
Menjelajah dunia maya
Menemukan semesta makna
Ketika tak mudah menjumpa
Kata-kata penuh cahaya



Ingin kubunuh ribuan wifi
Kuputus jutaan serat optik
Kuhalangi pancaran sinyal
Tapi semua gagal

Maka kumantapkan jiwa
Untuk membuat tsunami kata
Membawa gelombang cahaya
Memenuhi semesta maya


Saturday, April 27, 2019

Yogyakarta, Bukan Lagi Ibukota Kata-kata?

Saya teringat sebuah catatan dari Pak Musthofa W Hasyim, beliau menyebut Yogyakarta sebagai ibukota Kata-kata. Sastrawan yang produktif menulis puisi dan novel tersebut setidaknya punya beberapa alasan.

Sejak awal Kemerdekaan banyak cendekiawan lahir atau besar di Yogyakarta. Mereka menghasilkan tulisan dan karya yang mampu menginspirasi bangsa.

Yogyakarta, Bukan Lagi Ibukota Kata-kata?


Pada zamannya, Malioboro selalu ramai berkumpul para seniman, budayawan dan sastrawan. Jagongan sambil bertukar wawasan, menjadi modal untuk menelurkan karya. Tidak sedikit sastrawan alumni Malioboro yang terus berkiprah hingga kini, satu di antaranya adalah Emha Ainun Najib (Cak Nun).

Lainnya cukup banyak untuk disebut semisal Motinggo Busye, Idrus Ismail, Umbu Landu Paranggi dan tentu saja maestro musik kegemaran saya : Ebiet G. Ade. Pada tahun 1960, Malioboro menyimpan pesoan bagi mereka untuk datang berdiskusi dan berkarya.

Konon, Cak Nun, rela membolos puluhan kali dalam satu semester demi menghadiri jagongan di Malioboro. Untung Ebiet G. Ade, teman se-almamaternya di Muhi tidak se-mbeling Cak Nun.

Yogyakarta, Ibukota kata-kata. Ayat pertama dalam Al Quran yang diturunkan berisi perintah membaca. Iqra', demikian perintahnya. Bacalah! Beruntung, ada sosok KH. As'ad Humam yang mengkaji dan menemukan sebuah metode belajar membaca Alquran dengan mudah dan cepat. Metode ini terbukti efektif hingga kini. Dikenal dengan Metode Iqra' dari Kota Gede Yogyakarta.

Meski hanya belajar sampai tingkat SMP, KH. As'ad Humam berjasa besar karena dengan wasilah temuannya, bisa membantu membebaskan jutaan orang dari buta huruf Alquran di penjuru dunia. Dari Asia hingga Afrika.

Yogyakarta, Ibukota Kata-kata. Shoping, dulu muncul kesan ke shoping ya mencari buku. Baik buku baru maupun loakan. Pengunjungnya dari orang awam hingga dosen. Dari pelajar SD hingga mahasiswa.

Lalu, apakah Yogyakarta masih layak dijuluki Ibukota Kata-kata? Malioboro ramai dengan para pewisata. Shoping tak lagi ramai orang mencari bahan pustaka. Perpustakaan? Seperti tak menjadi daya tarik lagi bagi kaum muda. Minat baca? Bisa diteliti berapa kuat minat baca. Jika sebagai kota pendidikan saja minat baca rendah, bagaimana mungkin menghasilkan generasi emas yang akan membanggakan bangsa.

Butuh kerja besar, untuk menjaga marwah Yogyakarta. Sebelum Handphone dan segala perangkat serupa merenggut segalanya.

Barat || 27 April 2019

Monday, September 7, 2015

September to Remember
untuk: El Jasmine



Apa yang paling kau ingat tentang September?
Adalah runtuhnya dua gedung kokoh WTC
Setelah dihantam pemiliknya sendiri dengan pesawat
Kala itu hari pertama bekerja sebagai perantauan
Di Bekasi, kota yang datang dan pergi tanpa permisi

Apa yang paling kau ingat tentang September?
Tentang hujan, ketika kembang-kembang durian
Satu pe satu mulai bermekaran, kuncupnya indah sekali
Serupa rangkaian kelopak yang bertandan-tandan
Kala itu ibu sering berpesan, selalulah berjalan dalam titian

Apa yang paling kau ingat tentang September?
Tanyamu kala itu, saat langit mulai redup
Dan semilir angin mengalun sayup
Ada tatap mata yang seperti ingin
Mengarahkan alam pikiranku ke momen itu
Lewat perjanjian kokoh dua hati terjalin

Apa yang paling kau ingat tentang September?
Entahlah, tapi aku selalu ingat kamu
Tidak hanya di bulan September

Tuesday, August 18, 2015

Berguru Pada Hujan


Bergurulah pada hujan
Rintiknya membasah
Bila berpadu sinar surya
Menjelma pelangi indah

Bergurulah pada hujan
Derasnya menghunjam
Serupa ribuan jarum menusuk dedaunan
Tapi ia tak menyisakan kehancuran

Bergurulah pada hujan
Berbulan kemarau kerontang
Rekahan sawah ladang
Dihapusnya dalam sekejap

Nduk....
Tapi tujuan akhir hujan bukanlah
Pelangi yang tergelar indah
Atau tanah yang coklat membasah
Melainkan datangnya berkah....
Semoga engkau pun demikian

.:“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41] : 39). :.

__ 1 Juli __ tepat ketika sudut kamar itu riuh dengan tangismu

Monday, December 22, 2014

Ibu dan Ilalang


Itukah engkau ibu
Merenungi kisah hujan semalam
Yang tak sempat mengairi
Rekahan kemarau sawah kita
Sementara ilalang kian tegak
Menantang badai
Paras sayu serta alunan do’amu
Mengeraskan kepalaku

Lupa janji bakti yang semestinya aku penuhi.

Thursday, December 11, 2014

Menikmati Kabut di Suplawan





Hari beranjak siang ketika itu
Saat kaki mulai letih sebab jauhnya perjalanan
Di puncak sebuah bukit kami saksikan
Panorama indah nan menawan
Waduk sermo yang berkelpk di antara pegunungan
Tersaji sempurna dalam pandangan


Malam sebelumnya, saat hari mulai gelap
Kami serombongan baru saja tiba
Dalam satu wilayah yang asing dan sepi
Jalan menanjak dan naik turun
Bahkan kendaraan kami terpaksa parkir di sebuah SD
Untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki
Menyusuri setapak di antara tebing dan jurang
Nyaris gelap, dalam senyap
Hanya temaram lampu senter jadi pemandu

Langkah kaki terus berjalan
Puas menikmati eloknya waduk sermo
Kami bergerak ke bukit lain
Menuju gua Suplawan
Konon muka gua ini di Kabupaten Kulon Progo
Sedang ujungnya di Kabupaten Purwarejo
Di ujung gua kami tak menemukan jalan, hanya sebuah lubang


Saya jadi teringat ketika kecil
Bapak sering bercerita tentang petualangannya
Bersama kawan-kawan
Berjalan puluhan kilometer untuk sampai ke Suplawan
Sekarang aku bisa menikmati rupanya
Tak hanya gua yang menawan
Puncak Suplawan tak kalah eloknya
Di pucuk tebing kita bisa melihat hamparan panorama
Tersaji indah bak nirwana
Ditemani hembusan angin kencang
Serta kabut yang kuat menyaput
Suplawan memang menawan!