WHAT'S NEW?
Loading...

33 Hal yang Akan Saya Lakukan Jika Menjadi Bupati Sleman

Masih ingat beberapa tahun lalu sempat bikin grup facebook untuk menggalang dukungan bagi saya untuk menjadi Bupati Sleman. Banyak yang bilang saya bercanda. Ada juga yang menilai hanya iseng. Lainnya memberi masukan sebaiknya tidak usah maju menjadi Bupati, tidak cocok. Dan komentar lainnya. Sampai saat ini jumlah anggota grup tak sampai 100 orang. Itu artinya jika Pilkada dilakukan secara langsung, sudah pasti saya tak akan terpilih. Maka saya mendukung pemilukada kembali oleh DPRD J



Baiklah, ketimbang pusing dengan Pemilukadal (pemilihan kepala daerah langsung), saya akan nyicil menyampaikan program kerja jika terpilih jadi Bupati Sleman. Eh, tapi jangan ngomong sama Pak Sri Purnomo ya, Bupati Sleman periode ini, sebabnya kalau ketemu beliau nanti ndak malah jadi malu. Selain beliau adalah eks pegawai di kantor saya, jadi sampai sekarang masih ketemu pas acara-acara tertentu (terutama RAT Koperasi di kantor), silaturahmi ke rumah beliau, atau pas kalau ada teman sekantor yang ewuh. Juga pernah tahu berapa gaji beliau kalau pas tanda tangan tanda penerimaan gaji (ups!)

He he, ketimbang nunggu terpilih jadi Bupati Sleman, di sini perkenankan saya menyampaikan 33 hal yang akan saya lakukan jika terpilih menjadi Bupati Sleman.
1.    Kita mulai dari bidang keagamaan, berhubung sekarang Kurikulum 2013 (K2013) itu memaksa murid pulang sampai sore hari, saya buat peraturan daerah agar setiap sekolah mengadakan kegiatan belajar baca tulis Alquran bagi yang beragama Islam dan pelajaran kitab suci lain untuk agama lain. Kegiatan dilakukan seusai jam pelajaran.

2.    Bidang pendidikan, saya akan perketat penerimaan dan pengangkatan Guru. Guru yang sudah ada akan kami seleksi setiap tahun untuk memetakan kualitas mereka, bagi yang di bawah standar akan saya hapus tunjangan profesinya. Demikian juga bagi guru honorer, penerimaan akan diperketat termasuk yang di swasta. Kompensasinya, jika mereka bagus dan memenuhi standar kualitas yang diinginkan, mereka akan mendapat insentif dari Pemda, minimal setara UMR ditambah tunjangan profesi. Bagi saya, Guru merupakan faktor penting dalam pendidikan, jika kualitas mereka rendah, susah memajukan pendidikan.


3.    Bidang ekonomi. Saya akan pugar pasar tradisional dan membatasi izin minimarket dan supermarket. Jika izin minimarket habis, tidak akan saya berikan perpanjangan. Ekonomi akan saya pusatkan di pasar tradisional, dan semi tradisional dengan membangun kios-kios yang disewakan dan dikelola masyarakat. Sehingga ekonomi bisa terdistribusi dengan baik dan terjadi interaksi sosial yang sehat.

4.    Bidang pertanian. Alih lahan untuk perumahan jelas akan saya kendalikan. Saya akan moratorium pembangunan perumahan yang menggunakan lahan produktif. Solusinya, memetakan daerah yang boleh dan tidak boleh dijadikan perumahan. Pembangunan perumahan akan saya arahkan ke daerah Sleman bagian timur dan utara.

5.    Bidang pertanian. Pertanian jenis organik akan saya kembangkan, dan meminimalkan penggunaan pupuk kimia. Jika perlu akan saya carikan investor untuk membangun pabrik pupuk organik skala nasional. Pendidikan pertanian akan saya intensifkan, terutama komoditas pertanian berhasil jual tinggi, seperti buah-buahan, sayuran dan lainnya.

6.    Bidang lalu-lintas. Pengaturan akan saya lakukan secara menyeluruh. Mulai dari penyediaan angkutan masal, pembatasan penggunaan mobil, perencanaan pembangunan keluar kawasan padat dan lainnya. Semua saling terhubung. Saya juga akan membangun ruas jalan disepanjang selokan yang ada di sleman. Jadi pinggiran slokan akan saya buat jalan alternatif. Sampai pelosok kampung. Tujuannya akan bermanfaat ganda, memperlancar lalu-lintas dan memudahkan pemantauan irigasi.

7.    Irigasi. Sleman dikenal sebagai salah satu daerah penopang air bagi daerah lainnya. Letaknya yang lebih tinggi dan memiliki banyak mata iar di lereng Merapa sangat bermanfaat. Untuk itu saya akan optimalkan dengan tetap menjaga daerah resapan air dan menjaga keberadaan hutan. Saya akan memperbanyak pembangunan embung/waduk/bendungan untuk menahan agar air hujan di musim penghujan tidak langsung terbuang ke sungai atau laut.


8.    Bersambung..... insyaAllah dilanjut lain waktu, ngetiknya capek, ide-ide sih ada tapi belum ada asisten yang siap mengetikan J

0 comments:

Post a Comment