Tuesday, January 28, 2020

Ketika Pers Mengejar "Klik"
Media cetak berangsur surut. Di luar negeri beberapa media cetak besar sudah tutup. Di Indonesia masih bertahan, meski harus terengah-engah. Mencari beragam cara untuk bertahan. 

Semua itu tidak terlepas dari kehadiran media online. Dengan dukungan akses internet yang semakin cepat, dan murah media online menjadi pilihan tepat karena kecepatannya dalam mengirimkan berita dan informasi. 



Tidak heran jika para penyedia media cetak pun melakukan migrasi ke media online. Tetapi ada pula media online yang muncul tanpa didahului media cetak.

Media dan iklan merupakan dua hal tak terpisahkan, karena iklan menjadi sumber pendapatan utama untuk mencukupi seluruh ongkos produksi. Di media online, iklan tidak lagi ditentukan banyaknya oplah, melainkan banyaknya pengunjung yang melihat (viewer). 

Semakin banyak pengunjung semakin besar pula pendapatan dari iklan. Saat ini, media online banyak bergantung dengan penyedia iklan dari google dengan google adsense-nya.

Baca Juga : Bisnis Pendidikan

Hubungan media online tidak lagi langsung ke pemasang iklan (perusahaan, instansi, personal) melainkan melewati google. Karena sistem digoogle yang sedemikian canggih sehingga bisa menempatkan iklan pada sasaran yang lebih tepat. 

Sayangnya, sebagian media kemudian lebih cenderung mengejar apa kemauan google ketimbang apa kemauan pembaca. Jumlah viewer dianggap sebanding dengan jumlah 'klik' iklan. 

Semakin banyak pengunjung, semakin banyak klik, semakin besar pendapatan. Tidak heran, sebagian media kemudian berubah menjadi semacam picisan, tidak lagi menjunjung nilai-nilai luhur jurnalistik.

Baca Juga : Mencintai Buku-buku

Demi mengejar klik, apapun ditulis tak peduli itu memberikan efek buruk bagi lingkungan dan masyarakat. Tidak peduli lagi segi tampilan media online yang berantakan karena penempatan iklan dan sebagainya. Ketika pers mengejar klik, tujuan terbaik adanya pers terkadang justru terabaikan. Meski tidak semua media demikian, tetapi gejala ke arah sana semakin nyata.

Pernah dimuat di Kompasiana

Wednesday, March 29, 2017

Ditolak Satu, Ada Sejuta Calon Mertua Siap Menerimamu

Hastag twitter hari ini dirajai pembubaran diri salah satu situs populer kawula muda. Konon situs tersebut selama ini menjadi arena nongkrong generasi yang didominasi kaum jomblo-er. Tebakan saya penutupan itu semacam trik penarik masa, untuk kemudian situs bersangkutan menjelma dalam gaya serupa dengan juragan berbeda. Alias dibeli pemodal. Mirip portal berita dengan tagline mengabarkan perdetik.

Terkadang ditolak Google lebih menyakitkan,
setelah berbulan merawat blog

Beragam komentar terlontar dari netizen. Sekian di antaranya mereka mengaku menemukan ‘kedamaian’ saat membaca blog. Menghabiskan berjam-jam mengeja kata-demi kata. Para jomblo-er seolah menutup pintu kedamaian yang lebih lapang dan menyenangkan. Apa itu? Yups, gerbang pernikahan!

Beberapa hari yang lalu, seorang kawan menikah. Merayakan pernikahan dalam nuansa sederhana. Jauh dari kesan ‘gemebyar’. Satu hal yang patut mendapatkan sanjungan. Di tengah budaya mewah pesta pernikahan yang mewabah. Meski ditempuhi segala upaya, termasuk memaksakan diri mencari hutang. Teman saya itu memilih langkah elegan, meraih tujuan sebenarnya tentang walimatul urs dalam kesederhanaan. Selamat kawan!

Ditolak Calon Mertua?

Soal pernikahan memang ada ragam tak terbilang. Dibutuhkan lebih dari sekedar keberanian. Karena niat yang baik belum tentu berakhir manis. Seolah merapal lirik tembangnya The Rain barengan Endank Soekamti.
             
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius

...
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi

Mendekati sang calon saja mungkin butuh perjuangan panjang. Berdarah-darah. Kadang mesti memunculkan rasa bermusuhan dengan kawan sepermainan L. Tapi itu belum cukup, sebab terkadang kata akhir menuju pelaminan ditentukan oleh orang yang merawati sejak kecil, alias orang tua alias calon mertua (camer) kita.

(Jadi ingat masa lalu, dengan status pegawai honorer berpenghasilan jutaan (0,4 jutaan), dari keluarga sangat sederhana, bernasab biasa saja, bertinggal di desa, mahasiswa tak lekas jadi sarjana. Seperti tak ada yang bisa bikin bangga. Tentu ditolak calon mertua sudah menjadi hal biasa) _sejarah_

Ditolak calon mertua mungkin jutaan orang di dunia pernah mengalaminya. Ditolak bahkan sebelum melamar! Jadi jangan sedih, kita*) tidak sendirian. *) Pakai istilah kita untuk cari aman, cari teman J Bahkan seorang saleh sekaliber Salman al Farisi pun pernah ditolak lamarannya. Sahabat Rasulullah Saw. itu ditolak saat melamar, dan lebih nyesek lagi si perempuan justru menginginkan Abu Darda’ yang tak lain merupakan juru bicara lamaran sekaligus sahabat Salman.

Lalu apa kata Salman? ”Allahu Akbar!” seru Salman. ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Tentu kita mungkin tak sekuat Salman. Tapi yakinlah, ketika calon mertua menolakmu, ada jutaan calon mertua lain yang siap menerimamu. Jadi, alihkanlah perhatian pada calon mertua lain, yang mungkin siap menerimamu dengan ikhlas sebagai menantu.

Tentu ada banyak alasan camer menolak kita. Karena setiap orang tua ingin yang terbaik buat anaknya. Apalagi di zaman sekarang ini, orang lebih berfikir logis dan realistis. Jawaban “Rizki datang dari Allah, dan Allah yang menjamin.” Tentu tak salah. Hanya saja barangkali bagi camer masih menyisakan resah.


Lalu berkelebat sepenggal janji yang tersemat dalam Kalam mulia, “Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.” (QS. An-Nur: 32). Tentang ayat ini, Ibnu Mas’ud menguraikan, “Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.”


So, selamat berjuang kawans. Ingat, ditolak satu ada sejuta calon mertua siap menerimamu!

Friday, February 5, 2016

10  Website Instansi Kementerian Agama Provinsi Terbaik Tahun 2015
Setelah melalui penilaian dalam jangka waktu satu tahun, selama 2015. Kementerian Agama Republik Indonesia akhirnya menetapkan sepuluh website Kanwil Kementerian Agama terbaik seluruh Indonesia, dengan pemilahan dalamdua kategori yakni : peringkat lima terbaik website  yang merupakan penilaian dari konten, tampilan dan pengelolaan web. Sedang kategori lainnya adalah peringkat penggunaan jaringan vpn-IP.


Berikut ini peringkat lima terbaik website Kementerian Agama Propinsi Tahun 2015:
1. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan;
2. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan;
3. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur;
4. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, dan
5. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

Lima terbaik kategori penggunaan jaringan vpn-IP  Kementerian Agama propinsi tahun 2015 :
1. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu;
2. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi;
3. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara;
4. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh;
5. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan.


Kesepuluh Kanwil Kemenag tersebut memperoleh piagam penghargaan yang diserahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Syam saat penutupan  kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) ke 70 Kementerian Agama  di Lapangan Upacara Kantor Kemenag RI Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Jumat (5/2).


Sumber: kemenag.go.id

Wednesday, October 21, 2015

Lomba Menulis Cerita Anak Islami Pro-U Media

Untuk Peserta Segala Usia
Total Hadiah: Uang Rp. 9,5 Juta & Paket Buku Senilai 3 Juta

Ketentuan Umum Lomba
1.    Cerita yang dibuat merupakan cerpen yang disajikan untuk anak-anak (segmentasi pembacanya: anak-anak)
2.    Tema cerpen bebas tetapi Islami (boleh kisah sehari-hari, dunia sekolah/ pesantren, dakwah, motivasi, petualangan, detektif, dll)
3.    Cerpen boleh berdasarkan kisah nyata, fiksi, maupun campuran keduanya
4.    Peserta tidak dikenakan biaya apa pun (gratis)
5.    Usia peserta bebas (boleh anak-anak, remaja, maupun dewasa/umum)
6.    Karya yang dikirim merupakan hasil karya sendiri, orisinal, serta belum pernah dipublikasikan atau dilombakan sebelumnya
7.    Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 karya
8.    Karya dikirim dalam bentuk printout (2 eksemplar) ke alamat OMAH DAKWAH PRO-U MEDIA, Jl. Jogokariyan 41 Yogyakarta 55143 (Pada amplop ditulis Lomba Menulis Cerita Anak Islami)
9.    Batas maksimal pengiriman cerpen tanggal 26 Desember 2015 Cap Pos.
10. Para pemenang akan diumumkan pada 26 Januari 2016 lewat website www.proumedia.co.id. Dan, para pemenang juga akan dihubungi langsung oleh panitia.
11. Setiap karya yang dikirimkan menjadi hak milik panitia (Pro-U Media)
12. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Ketentuan Teknis

1.    Naskah diketik dalam format MS Word Times New Roman 12, Spasi 1,5. Ukuran kertas kuarto (A4), margin 3-3-3-3.
2.    Panjang cerpen 4-10 halaman.
3.    Setiap naskah disertai data diri peserta (Nama, TTL, Alamat & nomor handphone yang bisa dihubungi, alamat e-mail, dan judul cerpen) dalam lembar terpisah dari naskah.
Hadiah
– Juara 1: Uang Tunai Rp 5.000.000 + Paket buku senilai Rp 500.000
– Juara 2: Uang Tunai Rp 3.000.000 + Paket buku senilai Rp 500.000
– Juara 3: Uang Tunai Rp 1.500.000 + Paket buku senilai Rp 500.000
– Juara Harapan (3 pemenang): @Paket buku senilai Rp 500.000

Info Lomba: www.proumedia.co.id
CP: SMS dan WA ke 0857 29 555 000 (Eko)


Thursday, September 24, 2015

Alamat Kuttab Al Fatih Pusat dan Cabang Seluruh Indonesia

Kuttab Al Fatih merupakan madrasah alternatif bagi pendidikan generasi muslim. Salah satu perintisnya adalah Muhaimin Iqbal, pemilik Gerai Dinar. Berikut alamat cabangnya di seluruh Indonesia.



Kuttab Al Fatih Depok (Pusat). Jl. Lafran Pane Raya No. 100, (RTM) Depok Kec. Cimanggis Kel. Tugu. Telp : +6221 46320008

Kuttab Al Fatih Purwakarta. Jalan Raya Wanayasa Desa Salam Mulya, Kec. Pondok Salam (RM. Lembah Lesehan). Telp  : +62813 1918 1725 / +62857 59281261

Kuttab Al Fatih Jakarta Timur. Jl. SMP 160, No. 1 RT 5 RW 5 Kec. Cipayung Kel. Ceger, Jakarta Timur. Telp : +62877 8090 6565

Kuttab Al Fatih Semarang. Jl. Bulusan IV Tembalang, Semarang.
Telp : +62858 7563 0007

Kuttab Al Fatih Bekasi. Jl. Haji awi No.6 RT03/03 Kelurahan Jati Luhur. Kecamatan Jati Asih Bekasi. Telp : 021 82413576 / +62899 8737 398

Kuttab Al Fatih Purwokerto. Jl. Kenanga 10 No. 01 Perum Sumampir indah, Kec. Purwokerto Utara Kel. Sumampir Kab. Banyumas.
Telp : +62815 4888 7874, +62857 7720 5717

Kuttab Al Fatih Malang. PERUM GRIYA SHANTA BLOK E 219 A (KOMPLEKS MASJID AL GHIFARI RT 01 RW 16 Malang, Jawa Timur.
+62813 3404 8832 / +62857 5543 1768

Kuttab Al Fatih Tangerang. Alamat Kuttab Al Fatih Tangerang: Cluster Bumi Padjadjaran 3 Blok 1 No.1 Kel. Poris Plawad Utara Kec. Cipondoh, Kota Tangerang, 15141. Info: Saepudin +62856 9482 0004, +62898 2413 890

Kuttab Al Fatih Jombang. jl.Hos Cokroaminoto no.16 Jombang 61419. Info: Hasyim +62856 4802 5059

Kuttab Al Fatih Bandung. Kp.Dayeuh Pamokolan RT 1/RW 10 No 6.Desa cimenyan Kecamatan Cimenyan, Bandung Jawa Barat. Info: Dhika kameswara +62856 9700 5857.

Saturday, September 19, 2015

Kekejaman di Balik Daya Tarik Sirkus Lumba-lumba



Sebagai orang kampung yang adoh ratu cerak watu (jauh dari raja dekat dengan bebatuan) alias daerah pelosok. Saya memang belum pernah diajak oleh orang tua untuk menonton atraksi lumba-lumba.







Baru kemarin baca postingan foto-foto di facebook tentang kekejaman di balik sirkus lumba-lumba. Berikut ini saya salinkan dari keterangan yang terdapat dalam foto.

1.    Selama perjalanan Lumba-lumba, hanya dibungkus spon/kain basah/mentega/lotion agar tetap lembab, kemudian ditaruh dalam kotak/box seukuran tubuh lumba-lumba.
2.    Lumba-lumba disimpan di truk, diangkut dari satu kota ke kota lainnya dan tak pernah melihat lautan lagi.
3.    Lumba-lumba dipaksa melakukan aksi-aksi berbahaya, jika tidak menuruti maka akan dihukum dengan kekerasan.
4.    Di lautan lumba-lumba bisa bertahan hidup sampai umur 40 tahun, di sirkus mereka hanya bertahan 2-8 tahun.
5.    Di lautan lumba-lumba hidup berkelompok. Di sirkus mereka terpisah dari kelompok dan keluarganya.
6.    Di dalam sirkus, lumba-lumba dilatih dengan metode lapar, mereka juga berada dalam air tawar yang terkadang bercampur klorin. Berbahaya bagi mata.
7.    Di sirkus mereka melakukan pertunjukan 5-6 kali sehari dengan durasi 1-2 jam. Bayangkan betapa lelahnya mereka.
8.    Konon Indonesia adalah negara terakhir yang masih menjadikan lumba-lumba sebagai atraksi sirkus.

Mari ajarkan kebaikan kepada anak-anak, bukan tertawa di atas perilaku kekejaman.

Sumber:  https://www.facebook.com/Riantyabdul?fref=photo