Wednesday, January 15, 2020

Tulislah Sejarah

Ada rentang masa yang hilang ketika belajar sejarah sewaktu di SMP. Mempelajari imperium Romawi - Yunani, kemudian loncat ke renaisans peradaban barat. Lalu di mana posisi peradaban Islam yang bertahan hingga lebih sepuluh abad?

Maka tulislah sejarah, bukan untuk menghibur diri mengenang peradaban gemilang, namun mengabarkan bahwa umat ini pernah berada pada puncak kejayaan. Rasanya benar sebuah ungkapan: Sejarah ditulis sejalan dengan pikiran penulisnya.
Hilangnya episode kejayaan Islam, seolah menafikan peran penting ilmuwan-ilmuwan bertalenta yang pernah dimiliki Islam. Sebutlah Ibnu Sina, yang di Eropa dikenal sebagai Avicena. Tokoh kedokteran yang hingga kini warisan pengetahuannya masih menjadi rujukan.
Jangan lupakan juga Abbas Ibnu Firnas, seorang fisikawan, kimiawan dan teknisi. Dalam dirinya juga mengalir darah seni sebagai penyair dan musisi. Ilmuwan dari Andalusia (Spanyol) ini merupakan perancang pesawat pertama di dunia.
Kemudian, kita bisa berpikir bagaimana seorang Michael Hart, seorang penulis barat yang meranking tokoh-tokoh paling berpengaruh di dunia. Dan menempatkan Nabi Muhammad di posisi pertama. Ia menyebut "Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama."
Atau mencoba menganalisa pendapat Sir George Bernard Shaw, "Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa, beberapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut."
Maka, tulislah sejarah. Sebagai pelajaran tentang kisah di masa lalu. Sebagai sumber pengetahuan yang bisa jadi memantik semangat untuk menghadirkan kembali kejayaan.
Barat || 11 Januari 2020
Sebelumnya
Berikutnya

Penulis:

0 comments: