Tuesday, March 19, 2019

Tips Cara Aman Transaksi di ATM BRI

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI termasuk yang paling mudah dijumpai. Bahkan sampai ke pelosok pedesaan. Hampir di setiap kecamatan ada ATM BRI. Termasuk di minimarket, POM Bensin, maupun instansi pemerintah. Ini tentu memudahkan bagi para nasabah dan masyarakat umum untuk melakukan transaksi.

cara transaksi aman di ATM BRI


Apalagi di era pembayaran non tunai seperti saat ini, keberadaan ATM sangat membantu. Tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Anda tetap bisa melakukan transaksi secara aman menggunakan ATM BRI. Berikut, catatan yang biasa ada dan ditempel di ATM BRI.

Cara aman transaksi dengan ATM BRI
1.    Jaga kerahasiaan PIN Anda, jangan beritahukan meski kepada petugas bank
2.    Lakukan penggantian PIN secara berkala
3.    Segera lakukan penggantian jika PIN diketahui orang lain
4.    Tutup dengan tangan ketika menekan nomor PIN, untuk menghindari rekaman CCTV
5.    Pastikan kebenaran PIN sebelum melakukan transaksi
6.    Jika dua kali salah input PIN, Anda hanya punya kesempatan sekali lagi, jika PIN salah input tiga kali, maka kartu Anda akan diblokir.
7.    Memastikan saldo mencukupi sebelum melakukan transaksi (cek saldo)
8.    Teliti kembali, pastikan uang dan kartu ATM sudah Anda ambil sebelum meninggalkan ATM.
9.    Jika ada kendala hubungi call center resmi BRI 14017
10. Hindari mengontak nomor tidak resmi, biasanya pelaku kejahatan menempel nomor sembarang untuk mengelabuhi korban.
11. Jika ada kesulitan Anda bisa menanyakan langsung ke pegawai atau security BRI.

Semoga bermanfaat.


Friday, March 15, 2019

Rokok, Haram atau Halal? Ini Cara Lain Sebagai Pertimbangan
Status rokok termasuk barang haram atau halal telah lama diperdebatkan. Ada sebagian ahli agama yang mengharamkan dan ada pula yang menghalalkan. Sebagian lagi memilih untuk bersikap 'moderat' dengan menyatakan makruh. Masing-masing pendapat memiliki dalil dan argumentasi yang menjadi pegangan.

dilarang merokok
Tulisan larangan merokok
di Pondok Pesantren terkemuka di Yogyakarta


Lalu kepada siapa umat merujuk? Ketiga pendapat tersebut tentu tidak bisa dijalankan secara bersamaan dalam satu kesempatan. Jika tetep ngotot berpegang kepada ulama, maka ketiganya mungkin berada pada posisi yang sama. Maka menurut pendapat penulis ada unsur lain yang perlu digunakan untuk menelaah fatwa yang ada.

Dari mana pendapat itu? Kita gunakan hati dan pikiran yang telah dianugrahkan kepada kita. Sehingga menjadi tambahan wawasan untuk mengambil sebuah sikap dari ketiga fatwa tentang rokok tersebut.

Pertama, dari sisi kesehatan. Coba perhatikan, perbandingan jumlah dokter yang merokok dengan jumlah dokter yang tidak merokok. Dokter selama ini kita anggap sebagai orang yang lebih paham soal kesehatan. Maka pilihan mereka untuk tidak merokok pun kemungkinan di antaranya berdasar kepada alasan kesehatan. Dengan tidak merokok, hidup lebih sehat.

Kedua, dari sisi kemanusiaan. Tentu ada orang tua yang nyaman saja merokok di dekat istrinya yang sedang hamil atau anaknya yang masih balita. Tetapi rata-rata, seorang Bapak 'tidak rela' jika asap rokok masuk dan terhirup ke tubuh anak bayi atau istrinya yang sedang hamil. Karena alasan apa? Kemungkinan besar, alam bawah sadar mereka mengatakan 'rokok berbahaya'

Ketiga, meskipun di beberapa pesantren para pengasuhnya merokok, dan memperbolehkan para santri merokok. Tetapi penulis mengamati, di beberapa pesantren tertera tulisan 'Dilarang Merokok' untuk para santri. Apalagi di jam belajar. Ini bisa menandakan bahwa sebenarnya para pengasuh sadar, bahwa rokok itu 'tidak baik.'

Keempat, Kementerian yang terkait dengan kesehatan, memiliki program kampanye untuk mengurangi konsumsi rokok. Ini menjadi bukti pendukung, institusi resmi pun sebetulnya melakukan 'perang' terhadap rokok.

Kelima, secara ekonomi jelas rokok merupakan sebuah pemborosan. Banyak penelitian yang sudah menyajikan datanya.

Seorang bintang iklan rokok dari Amerika pernah merasa heran ketika menyaksikan para karyawan pabrik rokok tidak merokok. Lalu apa jawab sang eksekutif perusahaan? "Kami tidak mengkonsumsi barang hina itu. Kami hanya memiliki hak menjual kepada para pemuda, orang miskin, berkulit hitam dan orang bodoh," ujar sang eksekutif perusahaan rokok.


Sunday, February 17, 2019

Cara Menarik Investasi dari Reksadana Paytren Yusuf Mansur

Cara mengambil kembali investasi dari Paytren Aset Manajemen Yusuf Mansur sangatlah mudah. Anda bisa mengambil semua uang Anda dengan satu langkah, tanpa perlu ribet. Ini peluang bagus, untuk menarik investasi Anda sekarang.



Pengalaman saya, setelah invetsasi di reksadana Paytren, jumlah modal justru berkurang dan tidak bisa kembali ke modal awal meskipun sudah menunggu sampai satu tahun. Maka saya putuskan untuk menarik investasi tersebut semuanya.

Langkah untuk mengambil uang dari Paytren Yusuf Mansur bisa Anda lakukan dengan cara berikut :
1.    Silakan masuk ke website Paytren Aset Manajemen https://paytren-am.co.id
Jika kesulitan, silakan ketikan di Google : Paytren Aset Manajemen, maka website tersebut akan berada di halaman pertama.

unisntall paytren yusuf mansur


2.    Masukan user dan kata sandi. User berupa alamat email yang digunakan waktu mendaftar. Jika lupa kata kunci, silakan klik Lupa Kata Kunci, maka akan dikirimkan kode ke email Anda, untuk mengganti kata kunci.
3.    Setelah berhasil Login, pilih Dashboard
4.    Pilih produk yang dulu Anda beli, di bagian bawah ada menu JUAL. Silakan klik.



5.    Akan terbuka halaman baru, Anda diminta mengisi sejumlah data.
6.    Jangan lupa pilih nominal yang ingin dijual, jika ingin mengambil seluruh investasi dilakan klik Penjualan Kembali (Redemption) Unit Penyertaan Semua Unit yang Dimiliki.


7.    Isikan Bank Tujuan Transfer. Jika waktu mendaftar Anda telah memasukan nomor rekening, tinggal klik saja Bank Tujuan Transfer dan otomatis akan muncul.
8.    Untuk melanjutkan transaksi, Anda akan diminta mengisikan Kode Verifikasi, maka silakan klik Kirim Kode Verifikasi, kode akan dikirim ke email Anda.
9.    Copy Paste kode di tempat yang disediakan, kemudian centang tanda Saya telah membaca persyaratan ….
10. Bila menu Submit sudah aktif hijau, dan data sudah benar, silakan klik SUBMIT.
11. Jika transaksi berhasil maka akan muncul notifikasi Transaksi Anda berhasil diterima sistme Payor.


12. Anda tinggal menunggu proses transfer dana ke rekening Anda

Semoga bermanfaat.


Jangan lupa, jika Anda ingin berinvestasi di bidang pertanian dengan sistem yang resmi diawasi OJK, dijalankan secara amanah, memberdayakan banyak petani dan dengan bagi hasil sangat menguntungkan. Silakan bergabung dengan startup iGrow



Saturday, February 2, 2019

Daftar Barang dan Hal Dilarang Paspampres

Daftar barang dan hal dilarang Paspampres. Sering lihat orang-orang foto selfie dengan background Presiden atau Wakil Presiden? Kalau saya sepertinya belum pernah meskipun di banyak kesempatan memungkinkan untuk melakukannya.

Dalam setiap kegiatannya Presiden dan Wapres selalu dikawal oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Paspampres dibentuk sejak Proklamasi Kemerdekaan RI untuk mengawal pemimpin negara, namun secara resmi ditetapkan 3 Januari 1946, untuk mengenang operasi penyelamatan pimpinan nasional akibat pendudukan kembali Jakarta oleh Belanda.



Pada tanggal 3 Januari 1946 petang para pemimpin nasional berangkat dari Jakarta menuju Yogyakarta menggunakan kereta api dengan pengamanan ketat TNI dan Polisi. Presiden, Wakil Presiden dan para pemimpin nasional tiba di Yogyakarta pada 4 Januari 1946 dengan selamat. Untuk mengenang peristiwa tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Paspampres.

Nah, untuk mengikuti acara yang menghadirkan Presiden dan Wakil Presiden ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Pertama, tepat waktu. Pastikan Anda datang tepat atau lebih awal dari waktu yang tertera di undangan. Apalagi jika acara di dalam gedung atau stadion, telat berarti siap-siap dihadang Paspampres. Biasanya, satu jam sebelum acara dimulai undangan sudah wajib hadir.

Kedua, bawa undangan/ID Card/Co Card dan semacamnya yang resmi dari panitia. Tidak peduli seberapa pentingnya Anda, jika tidak sesuai prosedur pasti akan dilarang masuk. Wartwawan pun harus tunduk pada aturan ini. Tidak cukup dengan kartu pers, karena tetap harus membawa ID Card/Co Card dari panitia kegiatan.



Ketiga, gunakan sepatu jangan memakai sendal dan sesuaikan dresscode, ini berlaku jika acara di dalam ruangan. Memakai sendal dianggap tidak sopan. Jika terlanjur memakai sendal dan tidak membawa sepatu, pastikan saat masuk bersama kerumunan sehingga tidak mudah terlihat oleh Paspampres. Kebiasaan saya memakai sendal, jadi pernah suatu ketika pinjam sepatu ke teman, yang penting bisa melewati Paspampres dulu, kemudian sendal bisa ditukar melalui lubang yang tersedia #ups.


Keempat, jangan mengambil foto sembarangan, apalagi menggunakan blitz. Karena akan dianggap mengganggu dan siap-siap ditegur Paspampres.Pengambilan gambar sudah ditentukan tempatnya, biasanya sudah ada tulisan atau pembatas khusus.

Kelima, saat memasuki lokasi, Anda akan melewati pemeriksaan dan metal detector. ada beberapa barang yang pasti akan disortir dan tidak boleh dibawa masuk, jadi sebaiknya Anda simpan sebelum diambil Paspampres. Beberapa barang yang diambil di antaranya :
Korek api, dengan berbagai jenisnya.

Vapor atau roko elektirk, dengan beragam bentuknya
Gunting/Silet/Pisau dan senjata tajam lainnya, termasuk jarum dan peniti.
Botol parfum dan semacamnya.
Obat-obat tertentu, jadi jika tidak urgen mendingan tidak membawa obat.
Dan lain-lain.

Nah itu tadi beberapa barang dan hal yang perlu diperhatikan jika menghadiri kegiatan yang dihadiri Presiden dan Wakil Presiden. Semoga bermanfaat.

Friday, February 1, 2019

Mengenal BMT UMY, Dikenal dengan Transaksi Tanpa Riba

BMT UMY, dikenal karena mengusung transaksi tanpa riba. Keberadaannya semakin dikenal, karena di beberapa forum yang mengupas bahaya riba, BMT UMY disebut sebagai rujukan dan menjadi solusi dalam pembiayaan.



Mengusung semangat CAKAP dengan SDM yang profesional menjadikan BMT UMY mampu menjaga amanah mitra dalam simpanan serta pembiayaan. TERPERCAYA di bawah pengawasan ALLAH SWT dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) terpercaya. Serta SESUAI SYARIAH, muwujudkan harapan menuai keberkahan dengan transaksi sesuai syar’i. Kini BMT UMY terus berkembang.



BMT UMY memulai aktifitasnya sejak dilakukan soft launching pada awal bulan Februari 2011 dalam forum orasi budaya oleh Prof. Dr. B.J. Habibie yang diselenggarakan di Sportorium UMY. Setelah menempati kantor yang representative di Gedung K.H. A.R. Fakhruddin B, pada awal bulan April 2011 dilakukan peresmian BMT UMY oleh bapak Jusuf Kalla pada tanggal 16 Mei 2011 yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi DIY, Bupati Sleman, Walikota Yogyakarta, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan para pengelola BMT di DIY serta tamu undangan lainnya.


BMT UMY juga bekerja sama dengan mitra usaha untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada civitas akademika UMY khususnya mahasiswa dan dosen. Bagi mahasiswa UMY mendapat penawaran produk pembiayaan berupa pembelian laptop, netbook, tablet, dan handphone. Bagi dosen dan karyawan mendapat produk pembiayaan berupa pembelian mobil, motor, renovasi dan kepemilikan rumah.

Program ini mulai diluncurkan pada awal Juni 2011 dan menunjukkan tanggapan yang positif dari civitas akademika UMY ditunjukkan dengan banyaknya pengajuan pembiayaan kepada BMT UMY. Tidak hanya melakukan pembiayaan kepada mahasiswa dan dosen umy, BMT UMY juga menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat umum. jadi masyarakat yang bukan mahasiswa/dosen/ karyawan umy juga bisa melakukan kerja sama kepada BMT UMY.


BMT UMY didirikan dengan prinsip pengelolaan yang professional dan kredibel dengan motto cakap & terpercaya dikelola oleh sumberdaya insani yang memiliki kemampuan dan ketrampilan yang sangat baik dibidang lembaga keuangan mikro syariah dan didukung oleh jajaran pengurus, dewan pengawas manajemen dan dewan pengawas syariah yang memiliki kemampuan manajerial dan pengetahuan syariah yang diakui kepakarannya.
Alamat BMT UMY, Jl. Ibu Ruswo No.41-43, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55131, Telepon (0274) 383643. Atau timur alun-alun utara Kraton Yogyakarta.

Sumber: www.bmtumy.com










Tuesday, January 22, 2019

Belajar Membuat Presentasi Power Point yang Menarik

Belajar Membuat Presentasi Power Point yang Menarik. Memiliki gagasan tapi kesulitan dalam mempresentasikan, bisa jadi menimbulkan masalah. Pintar mempresentasikan tetapi tidak memiliki gagasan, juga bermasalah. Lalu, apakah paling aman, tidak memiliki gagasan dan tidak pandai mempresentasikannya? Semoga saja tidak demikian.



Sering di beberapa acara melihat narasumber menyampaikan gagasan dan pemikirannya dibantu dengan slide powerpoint. Software bawaan dari MS Office ini memang cukup handal. Tinggal bagaimana memaksimalkannya. Sehingga tampilan slide yang dibuat mampu mendukung pemaparan presentasi, bukan sebaliknya.

Bagaimana membuat presesntasi yang menarik? Situs presentasi.net menuliskan delapan di antaranya:

1.  Tampil beda. Desain template yang Anda pilih memiliki peran penting untuk menghadirkan kesan ‘berbeda’. Jika Anda menggunakan template yang biasa digunakan orang lain, maka audiens tidak menemukan keunikan. Template yang unik bisa dicari dan download melalui internet, atau bisa membeli di penyedia template.

2.       Warna Terpilih. Kesan unik dan menarik juga bisa dirangsang melalui pilihan warna. Beragam warna bisa digunakan, dengan mempertimbangkan proporsionalitas sehingga tidak mengesankan monoton.

3.    Font Unik. Gunakan jenis huruf atau font yang unik. Beragam font gratis bisa diunduh melalui internet. Hanya saja, pertimbangkan ketika harus menggunakan perangkat lain saat presentasi. Karena jenis huruf belum tentu tersedia di PC/laptop lain, sehingga mungkin saja justru akan berantakan saat dibuka.

4.    Kurangi Teks. Penggunaan teks yang panjang dan memenuhi slide mengurangi ketertarikan orang. Selayaknya, yang ditampilkan adalah gagasan utama saja, karena slide presentasi bukanlah berisi buku catatan yang harus dibaca kata demi kata.

5.      Huruf Kapital. Penggunaan huruf kapital mengesankan sesuatu yang penting dan mengundang penasaran audiens.

6.       Sesuaikan Gambar. Ilustrasi bukan saja harus unik dan menarik, tetapi juga mesti sesuai. Sehingga tidak perlu memaksakan memasang berbagai animasi dalam slide yang tidak sesuai antara konten dengan ilustrasi pendukung.

7.      Infografis. Manusia memiliki ketertarikan secara visual, sehingga infografis menjadi sesuatu yang memudahkan untuk memahami sebuah persoalan.

8.       Presentasi Menginspirasi. Ini adalah gabungan antara isi dan tampilan presentasi, sehingga konten yang ingin Anda sampaikan pun pastikan terlebih dahulu memang layak.


Semoga bermanfaat.





Saturday, January 19, 2019

Catatan dari Barat : Memperdebatkan Debat

Saya tergelitik menuliskan catatan ini. Teringat sekitar satu pekan lalu ketika bersama kawan berembug soal pembentukan Bumdes alias Badan Usaha Milik Desa. Selama dua hari satu malam mengasingkan diri dari keramaian, menetap di seputaran Bligo, hulunya Selokan Mataram.

Bentuk Penyajian di Hotel Kawasan BSD:
Efisien dan Ramah Lingkungan

Di sela obrolan di ruang makan, bakda rapat pleno pertama, seorang datang dan tetiba membincang soal perusakan bendera partai yang terpasang di pinggir jalan. Satu kawan di samping saya adalah anggota panwas, kemudian menjelaskan. Pertama bendera partai bukan alat peraga kampanye (APK), kedua pemasangan bendera yang di pepohonan jelas menyalahi aturan.

Meski begitu perusakan bendera oleh oknum juga bukan perilaku yang patut dibenarkan, karena ada pihak yang lebih berwenang untuk menertibkan. Obrolah yang semula soal pengembangan potensi desa beralih ke soal politik. Saya hanya menyimak, karena memang tidak tahu perkara pastinya. Masih menurut kawan saya dari Panwas, kejadian demikian tidak terjadi di Kecamatan tetangga. Kemudian ketika ada kesempatan saya katakan, “Karena tidak ada pekerjaan dan hal lain yang perlu dipikirkan sehingga urusan politik pun menjadi komoditas utama untuk dilakukan.”

Debat Setelah Debat

Sesuai prediksi, usai debat Capres-Cawapres media sosial ramai dengan perbincangan seputar acara tersebut. Para pendukung masing-masing calon mencari titik lemah lawan, sekaligus titik unggul jagoan. Pembahasan dari yang dingin sambil gurauan hingga berdebatan panas berkepanjangan.

Padahal, seperti dirilis beberapa jajak pendapat. Pengaruh debat, apalagi bagi para pendukung masing-masing nyaris tak berdampak. Tentu mereka tidak akan berubah dengan pilihan masing-masing. Sehingga debat tak ubahnya sebuah parodi untuk melihat siapa dan apa yang bisa menjadi bahan gorengan, serta apa dan siapa yang siap diorbitkan. Di sini peran media akan terasa.

Sehingga saya kadang senyum-senyum saja mendengar, membaca dan melihat orang memperdebatkan debat. Sebuah hal yang menurut saya ‘kurang gawean’ alias kurang kerjaan. Akan lebih efektif, jika orientasinya mendulang suara, kalau mereka turun langsung ke masyarakat untuk memilih jagoannya. Mengumpulkan emak-emak se-RT atau jamaah pengajian se-kampung, kemudian dijelaskan tentang calon presidennya.

Cukup menarik pula menyimak perbedaan pendapat tentang debat. Ada sebagian yang mengatakan debat dilarang dalam agama. Meskipun sebagian yang mengatakan demikian juga ikut menyaksikan debat. Ups. Tentang boleh tidaknyanya debat, banyak dalil dan fatwa ulama yang bisa dicari-cari untuk membenarkan pendapat. Tidak usah diberdebatkan.

Dalam proses komunikasi, setidaknya ada enam unsur penting: orang yang menyampaikan (komunikator), pesan, saluran informasi, orang yang menerima pesan (komunikan), efek, dan feedback. Maka efek debat Capres-Cawapres akan terasa jika satu unsur penting dalam komunikasi memainkan perannya, ialah saluran informasi.

Saluran informasi (media massa, tv, media online, media cetak) akan mengambil peran penting. Karena tidak semua penerima pesan melihat langsung debat. Mereka lebih suka menyeksamai potongan-potongan debat, atau diskusi di media sosial. Ketika media massa memainkan perannya tidak bisa lagi dibendung. Soal segmen apa yang lebih ditonjolkan, tokoh mana yang akan dipoles, dan siapa yang diorbitkan itu sudah ada di dalam kantong para pemangku media.

Berbicara media massa, idealisme boleh, tapi sulit menang melawan kebijakan redaksi. Kebijakan redaksi biasanya manut atau sendika dhawuh dengan pemilik modal. Sehingga pada titik ini bisa dikatakan, setiap media memiliki kebijakan dan hampir mustahil untuk mengatakan tidak memiliki kepentingan. Netralitas media menjadi barang langka di negeri ini.

Memperdebatkan debat, sekali lagi bagi saya adalah suatu yang lucu. Akan lebih bagus kiranya, ketimbang melakukan demikian, menyimak acara debat pilpres sebelumnya kemudian mencocokan dengan debat kali ini. Adakah perbedaan dan persamaannya?
Wah itu sudah tidak relevan! Tentu semua bisa berubah! Lihat itu janji dan realisasnya sama atau tidak! Semua itu karena faktor ekonomi makro!

Yeah, debat lagi deh…

Selamat berdebat, jangan lupa berjabat, semoga selalu sehat dan makiin dekat. Cut!

Barat, 19|1|2019

Saturday, August 4, 2018

Mimpi Kota Kopi Menjadi Pusat Literasi

Sepekan di Pontianak lebih dari cukup bagi saya menangkap ‘keganjilan’ yang jarang ditemui di Jawa. Deretan warung kopi yang mendominasi sepanjang sisi jalan. Bahkan di satu tempat, Jalan Gajah Mada, dinamai Gajah Mada Coffe Street. Tampaknya warung kopi memang menjadi andalan kota ini.

Ngopi bersama kawan-kawan di Pontianak

Di malam awal, bersama seorang kawan menyempatkan mencari warung kopi paling jos. Dengan bantuan driver Go Car, ditunjukkanlah warung kopi yang konon pernah disinggahi orang-orang penting di nusantara. Dari banyaknya pengunjung yang datang, mungkin ratusan, menandakan warung ini memang terkenal dan laris. Untuk menikmati satu cangkis kopi saya mesti rela menunggu hampir setengah jam. Langsung bayar, dengan kisaran harga Rp 11 ribu per cangkir.

Ada rasa heran, bukan karena harga, melainkan betapa betahnya para pengunjung duduk berjam-jam ditemani satu cangkir kopi. Sebagian mengobrol, merokok. Sebagian banyak lainnya asyik bermain gadget. Saling membisu meski satu meja dengan kawan.

Kota Kopi Tanpa Kebun
Di hari selanjutnya saya diajak jagongan bersama kawan-kawan. Banyak berasal dari Jawa tetapi lama tinggal di Kalimantan Barat. Ada yang dari Ponorogo, Banyuwangi, Kebumen, dan Gunungkidul. Bercakap akrab, seperti saudara yang lama tidak berjumpa. Di tengah obrolah, seorang kawan menerangkan. Minum kopi (ngopi) telah menjadi kebiasaan banyak warga.

Rumusnya cukup unik. Bagi para pegawai kantoran, umumnya jam masuk kerja telah berada di kantor untuk melakukan presensi pagi. Setelah itu mereka mencari warung kopi untuk jagongan. Lama dan tidaknya tergantung situasi. Apa yang saya lihat seperti menggenapi kebenaran cerita itu. Selama ngopi saya melihat beberapa rombongan pegawai/karyawan dengan seragam mampir mencari makan atau ngopi. Sedang bagi para wirausahawan waktunya lebih fleskibel. Di Pontianak kita bisa menemukan warung kopi yang buka sebelum subuh.

Dari cerita seorang kawan, kopi-kopi itu ternyata tidak dihasilkan dari kebun kopi di sekitar Pontianak. Bahkan kota ini lebih di kenal dengan penghasil tanaman lidah buaya. Katanya, kopi-kopi didatangkan dari Sumatra dan Jawa.

Kopi Inspirasi
Jika membaca sejarah para ilmuwan zaman dulu, kita akan menemukan banyak dari mereka pun menyukai kopi. Bedanya, kopi-kopi itu menjadi teman dalam pembelajaran. Membaca atau menulis buku (kitab). Dalam laman sehatbersamaislam.blogspot.com disebutkan, kopi konon merupakan salah satu minuman yang digemari para ‘ulama, selain susu dan madu. Memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Jika dikonsumsi secara teratur dan tidak berlebihan, kopi bisa menjaga kesehatan. Bahkan sebagian ‘ulama zaman dulu juga mengkonsumsi kopi untuk menambah kebugaran mereka saat belajar dan beribadah.

Dalam sebuah syair dilantunkan, “Kopi memang hitam tapi menyalakan semangat, bahkan memancarkan cahaya. Hitamnya kopi membuat hati orang-orang kelas tinggi memutih, sehingga mereka terpuji, melebihi kebanyakan manusia.”

Umat Islam ternyata juga  menjadi bagian dari ditemukannya kopi sebagai minuman yang banyak digemari orang.  Dalam sebuah manuskrip disebutkan, pada abad ke 15 kopi mulai dibawa oleh orang Yaman dari Ethiopia. Di Ethiopia sendiri kopi sudah dikenal sejak 800 sebelum masehi. Mereka mengkonsumsi kopi yang dicampur dengan anggur dan lemak hewan sebagai sumber protein dan energi. Sedangkan ilmuwan muslim Ar Razi dan Ibnu Sina mengungkapkan kopi telah dikenal di kalangan muslim sejak awal abad ke 10.

Kopi sendiri berasal dari bahasa Arab yakni qahwah yang berarti kekuatan, sebab memang kopi diyakini sebagai sumber energi. Kata qahwah berganti menjadi kahveh (Turki) dan koffie (Belanda). Ini yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.

Saya kemudian membayangkan, jika para penikmat kopi di sini menyeruput kopi sambal mengakrabi buku atau menuliskan ide-ide inspiratif mereka dalam lembaran kertas. Saya percaya, puluhan judul buku akan lahir di setiap harinya. Dan kota ini layak dipuji sebagai kota literasi.

Pontianak, 4 Agustus 2018


Sunday, April 8, 2018

Seberapa Hebat Bank Muamalat?


Beberapa hari lalu sepulang dari urusan kantor di Magelang, saya mewujudkan keinginan untuk memiliki rekening di Bank Muamalat. Sudah lama sebetulnya saya tertarik dengan Muamalat. Selain sebagai Bank Syariah pertama di Indonesia, selain itu sosok Riawan Amin yang pernah menahkodai Muamalat menjadi salah satu penulisa favorit saya. Buku-bukunya kaya akan gagasan yang telah ia terapkan di Muamalat.



Dulu jangkauan Muamalat dengan produk Shar-e nya sampai ke tingkat Kecamatan. Mereka bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia. Tetapi sebagai orang awam, biaya administrasi waktu itu saya rasa cukup tinggi. Sekitar Rp 7 ribu per bulan, ketika bank konvensional masih di kisaran Rp 3 ribu per bulan. Mahal. Sekarang tampaknya, Muamalat tidak lagi bekerjasa sama dengan PT. Pos Indonesia. Bagi saya yang awam dalam hal agama, pertimbangannya lebih berat ke ekonomis. Tentang status syariah atau konvensional, itu urutan kesekian. Pada sisi ini, dulu Muamalat tampak belum bisa bersaing.

Tahun 2017, di lembar Syariah Koran Republika santer kabar tentan Muamalat yang siap berpindah tangan ke pemilik baru. Sebuah kabar yang tentu membuat saya kaget. Bank dengan sistem Syariah pertama di Indonesia, negeri dengan penduduk Muslim terbesar di Dunia, harus terengah dalam mempertahankan hidup. Miris.

Tetapi saya baru benar-benar ngeh, saat acara Blak-blakan Detik.com menghadirkan wawancara dengan Ustadz Yusuf Mansur. Saat itu presenter memancing pendangan dan kesiapan Ustadz Yusuf Mansur untuk mengambil alih Muamalat. Barulah saya paham, Muamalat sedang dalam masalah.
Akhir 2017, koran Republika memotret alur perkembangan kabar Muamalat. Setelah penawar sebelumnya gagal mengambil Muamalat, kini Muamalat terbuka bagi siapa saja yang ingin membeli saham Muamalat. Satu di antara yang santer diberitakan siap adalah ustadz sekaligus pengusaha, Yusuf Mansur! Dana yang dibutuhkan dan harus disiapkan Ustadz Yusuf Mansur tidak tanggung-tanggung, Rp 5 triliun!

Untuk dana sebanyak itu, kepada wartawan Ustadz Yusuf menunjukkan jawaban optimis. Tampaknya Sang Ustadz memang sudah bersiap, karena beberapa waktu lalu ia merambah Bursa Efek Indonesia melalui reksadana syariah di bawah bendera PayTren Aset Manajemen (PAM). Sejak duluncurkan, PAM mampu menarik minat banyak investor.





Tidak hanya sampai di situ, Yusuf Mansur juga menggerakkan para mitra PayTren di seluruh Indonesia untuk membuka tabungan di Muamalat. Gerakan itu disambut secara massif di pusatkan di Jakarta dan berjalan di seluruh Indonesia. Pengguna PayTren saat ini sekitar 2 juta orang. Misalkan separuhnya saja membuka tabungan dengan nominal Rp 100 rb. Setidaknya terkumpul Rp 100 Milyar. Sebuah angka fantastis. Inilah sebuah kekuatan loyalitas yang digunakan untuk kepentingan Islam.

Paket Murah di Bank Muamalat

Ke kantor Muamalat di Jalan Godean, kepada pegawai saya katakana ingin membuka rekening. Dan saya sampaikan agar dipilihkan jenis tabungan dengan biaya administrasi termurah. Dan saya pilih tabungan tanpa bagi hasil. Setoran pertama cukup Rp 25 ribu. Biaya administrasi per bulan Rp 2.500. Adanya pilihan tabungan ini memungkinkan kita untuk beralih ke perbankan syariah. Hanya saja memang perlu dipahami, gerai Muamalat sangat terbatas, begitupun fasilitas ATM Muamalat yang hanya tersedia di beberapa tempat.

Di luar gerakan anti Bank, tentu ada harapan ke depan Muamalat, sebagai bank syariah pertama di negeri mayoritas muslim bisa terus berkembang. Jika bukan kita yang mendukung, akan siapa lagi?

Monday, March 19, 2018

Mengapa Bisnis MLM Banyak yang Gagal?


Pernah membaca ajakan yang kira-kira bunyinya begini: Cukup bayar 50 ribu keuntungan seumur hidup dan bisa diwariskan! Atau dengan kata-kata lain, Join Yuk, ibu rumah tangga pun bisa sukses!

Tawaran yang menarik tentu. Bisnis dengan modal kecil, potensi untung besar, seumur hidup dan bisa diwariskan. Benarkah? Sayangnya, hanya sekian persen yang benar-benar merasakannya. Sebagian besar lainnya, memendam luka dalam-dalam J

Saya sendiri sudah ikut banyak MLM alias multi level marketing, lebih dari lima MLM pernah jadi anggota. Mulai dari suplemen kesehatan, pulsa, dan produk lainnya. Salut dengan semangat para MLMers dalam mempromosikan bisnis mereka. Terkadang, baru saja ketemu sekali sudah cerita aneka bonus yang menggiurkan, mobil mewah, kapal pesiar, apartemen, sampai jet pribadi. Wow!



Saat itu saya seperti anak kecil yang sedang dijanjikan es krim. Bedanya, saya sadar sedang diceritakan tentang mimpi. Persis seperti saat acara sekelas Kick Andy bertahun silam mau mengundang petinggi sebuah MLM yang masih muda, dan gagah. Menceritakan tentang bisnisnya dan hadiri di studio bertepuk tangan. Mengabaikan puluhan ribu anggota MLM yang entah bagaimana nasibnya. Tak heran jika banyak ustadz dan banyak fatwa yang mengharamkan MLM. Meskipun ada juga yang membolehkannya dengan syarat tertentu.

Mengapa Bisnis MLM Banyak yang Gagal?

1.    Banyak MLM yang beredar menawarkan bonus berlimpah, tetapi bonus itu didapat dari uang pendaftaran member yang bergabung belakangan. Jenis ini seperti permainan uang (money game). Jenis ini tentu akan menguntungkan mereka yang lebih dahulu mendaftar, dan biasanya biaya pendaftarannya terbilang mahal.
2.    Para MLMers kebanyakan semata mengejar bonus. Rekrut member sebanyak-banyaknya, tanpa memberikan edukasi kepada member keuntungan dan fasilitas apa yang mereka dapatkan. Jadilah, setelah bergabung downline dibiarkan saja. Akhirnya mereka pasif, dan efeknya menjadi apatis terhadap MLM.
3.    MLM tanpa belanja dan menggunakan produk? Aneh jika tanpa keduanya MLMers tetap mendapatkan bonus. Lalu dari mana bonus itu? Kalau ada MLM yang mensyaratkan member untuk belanja atau menggunakan jasa dari MLM yang mereka ikuti, saya pikir itu lebih logis, artinya bonus diperoleh dari keuntungan perusahaan. Sayangnya, kebanyakan leader justru mengabaikan ini. Bagi mereka mencari member sebanyak-banyaknya adalah kunci sukses.
4.    Efek dari ‘pebisnis’ MLM yang serampangan dalam mencari member dan memberi janji-janji manis, kini MLM dipandang sini di masyarakat. Meskipun mungkin sebetulnya ada MLM yang menawarkan sistem yang tidak merugikan membernya.
5.    Kegagalan MLMers mencapai sukses juga bisa jadi karena semata mengejar bonus prestasi tanpa pernah tahu, apa keuntungan dia bergabung di perusahaan MLM.

Apakah MLM ada sisi baiknya? Kalau saya ditanya begitu, saya katakan sisi baik MLM adalah setiap orang bisa menjadi pedagang. Karena pada dasarnya MLM adalah bentuk perdagangan secara langsung. Di Indonesia MLM masuk dalam Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), sehingga MLM yang terdaftar bisa dicek di APLI.OR.ID

Menjadi aneh jika ber-MLM tetapi tidak menjual produk atau jasa. Lalu apa yang di marketing kan? Selanjutnya juga terkait barang yang diperdagangkan dan harga yang ada. Jika barang yang diperdagangkan tidak terjamin halal dan tidaknya, aman dan tidaknya, maka saya pikir itu tidak layak. Selanjutnya, harga barang atau produk yang ditawarkan apakah wajar atau tidak.

Di tengah fatwa boleh dan tidaknya MLM oleh fatwa ulama. Penjualan langsung bisa menjadi solusi di tengah kuatnya cengkeraman distributor bermodal tebal. Serta kuatnya jaringan monopoli produk kebutuhan harian. MLM bisa mejadi salah satu alternatif, bila dijalankan dengan dengan dengan benar. [e]