Saturday, September 7, 2019

MLM : Multi Level Misteri

Beranda media sosial saya semakin sering terlintasi iklan MLM alias Multi Level Marketing. Dengan saya pikat masing-masing. Menawarkan keunggulang produk, keunggulan sistem, kesesuaian dengan aturan agama hingga reward aneka barang mewah yang akan didapatkan dan sebagainya.

Produk HNI
Secara pribadi, saya termasuk yang tertarik dengan sistem pemasaran langsung ala MLM. Kenapa? Karena sistem ini memungkinkan secara personal orang bisa menjadi pemasar produk tanpa harus berbelit dalam urusan rantai distribusi. Anda ambil barang dan pasarkan ke konsumen.

Saya juga terkesan dengan semangat para member MLM dalam bersemangat untuk menjalankan usahanya atau mereka sering sebut BISNIS. Sejak tahun 2000-an beragam MLM saya ikuti, sehingga cukup untuk melihat beragam geliat para member MLM dan sistem yang mereka gunakan.

Berikut MLM yang pernah saya ikuti bahkan beberapa sampai posisi 'penting'. Awal ikut pemasar langsung produk dari malaysia, produk utamanya berupa kopi. Lalu pernah ikut sebuah MLM yang memasarkan produk kesehatan dari China, tidak aktif hanya menggunakan produk saja hingga bintang dua. Selanjutnya produk hampir mirip, suplemen kesehatan Mil****, harganya mahal tapi beberapa orang terlanjur fanatik sehingga tetap beli.

Lanjut perusahaan yang dibangun anak muda, sempat masuk acara talkshaw terkenal di tivi, dan didaulat sebagai pengusaha muda sukses, jualan pulsa. Namun nyatanya lebih banyak dan dominan cari member ketimbang jualan produk. Saya coba cari info, usaha ini sekarang dah gak jalan.

Lanjut gabung perusahaan pemasar pupuk. Produknya bagus dan sudah teruji. Namun menthok karena upline tidak jalan dan pengambila barang jauh. Padahal produk-produknya sangat bermanfaat.

Lanjut ikut bisnisnya seorang ustadz terkenal. Tertarik karena ada investasi di bursa saham. Hanya saja pupus lebih cepat karena manajer investasinya saya lihat tidak berkembang dengan baik. Begitupun membernya banyak yang tidak mengunakan produk, lebih banyak ngajak member.

Menurut saya MLM sebuah metode yang bagus untuk pemberdayaan. Sayangnya metode ini lebih banyak dimanfaatkan orang pinter untuk membodohi member lainnya. Bayangkan, produk yang mereka jual jarang mereka pakai, tetapi lebih agresif mengajak member baru. Lalu dari mana perusahaan dapat pemasukan?

Bonus dan Reward Mewah Sebagai Pemikat

Mobil, rumah mewah, perjalanan ke luar negeri dan lainnya selalu menjadi daya pikat orang mengajak gabung member ke MLM (ada pula bisnis serupa MLM dan persis tapi tidak mau dinamai MLM), lebih banyak menawarkan mimpi ketimbang edukasi untuk penggunaan produk dan pejualan produk.

Meski tertarik dengan MLM, saya lebih tertarik dengan produk. Ketika produknya tidak layak digunakan dan tidak masuk akan dalam harga, maka akan saya tinggalkan. Bonus tidak menjadi satu-satunya daya tarik. Maka, ketika teman-teman yang menjadi member melalui saya banyak yang berbonus puluhan hingga ratusan juta per bulan saya tetep 'ayem' menikmati peran dengan sewajarnya.

Di HNI-HPAI, dari data yang bisa saya akses sudah puluhan member yang melalui saya beromzet ratusan juta, memiliki toko dan pusat agency. Mereka besar sesuai dengan usaha yang telah ditempuh. Ada keadilan. Meski saya berposisi sebagai upline namun karena saya hanya menggunakan produk tidak agresif dalam pemasaran, bonusnya tidak begitu banyak. Sekitar satu jutaan setiap bulan.

Di HNI-HPAI, kami memulai menggunakan produknya untuk kebutuhan harian. Demikian juga kepada rekan member, saya mengajak untuk menggunakan produknya, sehingga menjadi contoh bagi yang lain. Menggunakan alternatif produk muslim, lokal yang berkualitas dan halal.

HNI memiliki pabrik sendiri, yang berkembang dari skala home industri menjadi pabrik modern. Dikelola dengan menjaga nilai-nilai Islam.

Untuk Informasi lebih lanjut silakan kontak kami

SMS/WA ke 085 743 141 977


Untuk menjadi member silakan kunjungi DAFTAR MEMBER 

Barat || 7 September 2019

Profil PT Herba Emas Wahidatama



Sebelumnya
Berikutnya

Penulis:

0 comments: