Friday, April 5, 2019

Seneng Resensi Buku Pertama Dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat


Resensi Buku Pertama Dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat. Sejak masih belajar di salah satu universitas di Yogyakarta, saya tertarik dan penasaran dengan rubrik Resensi Koran. Karena coba mengirim tetapi tetap saja tidak dimuat. Waktu itu, seorang teman rajin menulis resensi dan sering dimuat. Selain dapat honor dari media massa, ia juga mendapat kiriman buku dari penerbit. Dan biasanya di akhir semester ia akan menukarkan bukti pemuatan tulisannya ke Fakultas untuk mendapatkan sejumlah reward.

Resensi Buku di Koran
Resensi Buku di Koran

Selang beberapa tahun, saya ingin menulis lagi resensi buku. Kalau dulu mengirim resensi harus diketik, dicetak kemudian dikirim langsung atau via pos. Kini lebih mudah karena cukup dengan mengirimkan melalui email. Hemat dan cepat. Kali ini saya pilih satu buku tentang HAMKA, yang ditulis kurator buku-buku lawas keislaman, Yusuf Maulana.

Untuk menulis resensi di koran atau majalah, perlu memperhatikan beberapa hal agar diterima redaksi dan layak muat di media massa.

Perhatikan jenis buku yang biasa dimuat di media massa.
Ikuti batasan karakter minmal dan maksimal yang dipersyaratkan, terkadang ada media yang membatasi resensi cukup 500 kata dan sebagainya.

Kalau Anda ingin mengirimkan ke Kedaulatan Rakyat, Kirimkan naskah disertai foto cover buku, foto daftar isi, dan foto data penerbitan buku.

Sertakan foto identitas diri, rekening bank dan NPWP alias nomor pokok wajib pajak.
Umumnya batas waktu pemuatan dua sampai empat pekan, apabila sudah lebih sebulan resensi tidak dimuat kemungkinan besar naskah tidak akan dimuat dan bisa dikirimkan ke media massa lain.

Dan hasilnya, pada Februari lalu resensi saya berhasil dimuat. Selain mendapatkan uang sebesar Rp 75.000 potong pajak, dengan mengirimkan bukti pemuatan resensi ke penerbit saya pun mendapatkan dua buah buku. Tentu bisa dijadikan bahan resensi selanjutnya. Begitu seterusnya kalau sempat J

Untuk mencari media massa mana saja yang menyediakan rubrik resensi Anda bisa browsing di Google. Setiap media memiliki kebijakan berbeda untuk pemuatan resensi, tidak semuanya menyediakan honor. [.]

Sebelumnya
Berikutnya

Penulis:

0 comments: