Tips Menukarkan Mata Uang Riyal untuk Keperluan Ibadah Haji


Untuk keperluan menunaikan ibadah haji, para calon Ibadah haji biasanya menukarkan uang rupiah dengan uang Riyal, yang merupakan mata uang resmi Arab Saudi. Meskipun sebenarnya sebelum berangkat, jamaah haji akan mendapat living cost untuk keperluan haji dari pengelola ibadah haji. Besarannya akan ditentukan sesuai tahun keberangkatan.

Saat ini juga ada tren, untuk memberikan hadiah berupa uang dalam bentuk riyal kepada para calon jamaah haji. Atau ada juga yang titip sedekah untuk diberikan saat di Tanah Suci.

Pecahan Uang Rupiah (ilustrasi)

Tetapi biasanya para jamaah juga menukarkan sendiri uang riyal selain living cost yang telah diberikan. Dari beberapa pengalaman dan cerita mereka yang sudah berhaji, perlu dicermati kapan dan di mana penukaran riyal, sehingga kita bisa mendapatkan nilai tukar yang wajar.

Tips Menukarkan Riyal
1. Dari cerita yang saya dapatkan, sebaiknya menukarkan jauh hari sebelum keberangkatan. Bisa di money changer atau bank syariah yang melayani.
2.    Kkata teman yang pernah naik haji, menukarkan riyal di Arab Saudi ternyata lebih ‘murah’ alias dengan nilai wajar. Berbeda jauh ketika di embarkasi pemberangkatan.
3.  Sebenarnya living cost yang diberikan pemerintah atau pengelola haji sudah mencukupi untuk biaya hidup dan belanja oleh-oleh seperlunya.

Layanan Bank Syariah Mandiri

Sebagai gambaran, berikut saya kutipkan dari layanan Bank Syariah Mandiri (BSM) yang menawarkan penukaran riyal dengan harga kompetitif.

Paket 1, 125 riyal dengan harga Rp 500.000,-
Paket 2, 250 riyal dengan harga Rp 1.000.000,-
Paket 3, 500 riyal dengan harga Rp 2.000.000,-

BSM juga melayani penukaran banknotes Saudi Arabian Riyal (SAR) untuk kebutuhan haji dan umrah di tanah suci. Dengan berbagai kemudahan.

Pertama, Tersedia pecahan besar 100 dan 500, maupun pecahan kecil 1, 5, 10, 50.
Kedua, harga kompetitif.
Ketiga, tak perlu mengantri di ATM atau money changer.


Kalau ada yang punya pengalaman bisa bagikan di kolom komentar. Semoga bermanfaat.
Share on Google Plus

Tentang eko sp

Lelaki dusun, pernah sekolah di jurusan Mesin Otomotif. Tetapi lebih menyukai bacaan terkait Komputer, Internet dan Blog. Menulis menjadi hobi untuk mengikat ilmu dan memanfaatkan waktu.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment