WHAT'S NEW?
Loading...

Logo Jogja Istimewa, Kalian Pilih yang Mana?



Logo baru Jogja Istimewa telah resmi ditetapkan. Menggantikan Jogja Never Ending Asia yang telah purna. Sejak dulu saya termasuk yang kurang sepakat dengan penyebutan Jogja. Karena bagi saya tidak bermakna, kecuali pemudahan penyebutan yang semakin merancukan nama Yogya. saya percaya penamaan Yogya adalah atas dasar filosofis dan ada latar belakang sejarah yang panjang. Mudahnya begini, kata Yogya bagi saya bermakna baik. Misal sering kita dengar, se-yogya-nya sama artinya dengan se-baik-nya. He he
                

Penulisan Kata Yogya yang Rancu

Kerancuan yang dalam tentang kata Yogya bisa kita temukan dalam varian penulisan di kaca-kaca Bus antar kota-antar provinsi. Misal Yogya kemudian ditulis dengan : Jogja, Yogja, Djokja, Djogja, Jogya, Jokja, dan varian lainnya. Silakan amati sendiri. Parahnya kemudian ada surat kabar harian yang tetap nekat menggunakan penulisan Yogya menjadi Jogja termasuk dalam penulisan nama Provinsi (tepatnya Daerah, sejak UU Keistimewaan disahkan, penyebutan Provinsi tak disertakan sehingga langsung Daerah Istimewa Yogyakarta), tapi di Surat Kabar tersebut lalu ditulis Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Lebih aneh lagi saya belum mendengar pemerintah DIY memprotesnya.

Kembali tentang logo Jogja Istimewa, sebelum gelaran berlangsung. Saya termasuk yang mengkritik. Sebab anggaran yang dibutuhkan tak sedikit. Dalam web afiliasi Lomba Desain Logo tersebut saya sempat menulis komentar intinya: Mengapa harus menganggarkan puluhan hingga ratusan juta untuk sebuah logo? Saya yakin banyak desainer yang dengan ikhlas siap menyumbangkan logo untuk diseleksi. Tanpa minta bayaran!

Dan setelah membaca ketentuan pengenalan dan hasil lomba Logo yang baru, saya dan kawan-kawan di kantor hanya bisa berucap: Terlalu Sederhana. Tanpa bermaksud tak menghargai karya seseorang. Berikut saya tampilkan logo jogja istimewa yang lainnya, Anda bisa membandingkannya.


Logo Resmi





2 comments: Leave Your Comments

  1. Semua berkarakter..kecuali yg resmi...


    ReplyDelete
  2. saya termasuk awam soal desain Mas Han, hanya saja menurut saya memang logo yang resmi terkesan pisah-pisah tidak ada kesatuan

    ReplyDelete