WHAT'S NEW?
Loading...

Menikmati Sore di Kebun Teh Pegunungan Menoreh



Menikmati sore di Kebun Teh Pegunungan Menoreh. Awalnya saya berniat membezuk kakek yang beberapa hari opname di RSUD Wates Kulon Progo. Tapi ketika sampai di rumah beliau, ternyata beliau masih opname dan belum diizinkan pulang. Jadilah terjadi perubahan agenda mendadak. Sekalian sudah di Pegunungan Menoreh, saya pun berbincang dengan Bu Lik tentang kebun teh pegunungan menoreh.

Seperti menemukan jalannya, kebetulan putri Bu Lik yang tak lain adalah sepupu saya, Arlene, lagi liburan dari kerjanya di Jakarta. Dia juga belum lama ini dari kebun teh. Jadilah saya telpon dan memintanya untuk mengantar kami ke kebun teh di pegunungan menoreh. Jarak dari rumah kakek ternyata lumayan jauh, perjalanan sekitar 45 menit. Melewati jalanan berkelok-kelok dan menanjak. Sempat juga melewati hutan pinus.

Jalur menuju kebun teh di Samigaluh ini bisa ditempuh lewat beberapa jalan dari Yogyakarta. Bisa melewati jembatan Kebonagung 2 di daerah Minggir, lalu ke barat melewati perempatan Dekso terus ke barat. Sampai jalur Desa Wisata Nglinggo. Ikuti jalur utama. Jika kesulitan, jangan ragu untuk bertanya, dan masyarakat akan memberikan petunjuk dengan keramahan yang khas.

Anda juga bisa melewati jalur tugu Yogya lurus ke barat, melewati jalan godean dan terus ke jembatan Kebonagung 1, perbatasan Minggir - Moyudan.  Ke barat lagi ada perempatan kenteng dan bisa lurus melalui Girimulyo, setelah tanjakan akan ada pertigaan SD Watumurah, ambil arah ke kanan terus ikuti jalur utama. maka nanti akan sampai ke Purwosari – Samigaluh. Namun jika lewat jalur ini agak membingungkan karena banyaknya persimpangan.

Waktu itu saya ke kebun teh sore hari, bereman, bersama istri, anak dan adik sepupu. Kebetulan pas hari Ahad, liburan jadi pengunjungnya lumayan banyak. Jika mengendarai mobil harus ekstra hati-hati karena jalan yang ngepres. Sempit. Jangan lupa juga untuk mengenakan jaket, karena pada sore hari anginnya cukup kenceng dan dingin.

Sementara untuk masuk, belum dikenakan biaya/restribusi. Untuk parkir pun para petugas tidak memaksa, jadi ada sebagian yang di parkir dan lainnya tidak. Tapi untuk ketertiban saya menyarankan sebaiknya kendaraan diparkir di tempat yang disediakan.

Inilah di antara foto yang sempat saya ambil, kebetulan langit mendung dan hanya sebentar di sana. Jadi tak banyak yang bisa diabadikan dalam lensa.

















1 comment: Leave Your Comments

  1. wah... sepertinya bakalan jadi pesaing promasan ini. keren gan ceritanya...

    ReplyDelete