WHAT'S NEW?
Loading...

Kejujuran Sebuah Harga Mahal yang Harus Dibayar ....


Dunia pendidikan kita berada dalam titik kritis, saat fokus utama mengarah pada pencapaian angka bukan nilai (value). Ketika para siswa menghalalkan segala cara untuk meraih angka yang maksimal. Meninggalkan nilai-nilai kejujuran yang sepatutnya dijunjung tinggi. Termasuk dalam pelaksanaan Ujian Nasional yang kerap santer menjadi topik utama berita.

Ketidakjujuran terkadang terjadi karena adanya peluang atas perilaku para pendidik. Dalam pembuatan karya tulis misalnya. Kekurangakraban guru terhadap dunia tulis-menulis memungkinkan para siswa memiliki kesempatan melakukan penjiplakan. Apalagi di era keterbukaan informasi yang memungkinkan karya tulis dengan mudah dipublish dan dibaca jutaan orang dari seluruh dunia.

Guru bermaksud baik menugasi siswanya untuk membaca novel, tetapi guru yang tidak akrab dengan teknologi justru menumbuhkan perilaku tidak jujur. (St. Kartono, Kompas, 1/3/2010). Kualitas pendidik turut memengaruhi bagaimana proses kejujuran itu ditegakkan. Memang tidak mudah menghadirkan pendidik yang demikian. Butuh waktu panjang dan biaya mahal. Di atas semua itu, pendidikan di negeri ini memang sudah sepantasnya menghadirkan pendidikan yang mengutamakan nilai (value) ketimbang goresan angka.
Penulisan Ide penulis itu penting


(Pelatihan Menulis Tingkat Nasional, Just Write 2. Materi Non-Fiksi oleh St. Kartono)

0 comments:

Post a Comment